Lembar 1 dari 12
Lembar 1 dari 12: Sampul

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026

Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
INDONESIA
Marriage Guidance Coverage Index
(ICBP)
Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan
Executive Report
Semester I Tahun 2026
Mengukur jangkauan layanan Bimbingan Perkawinan sebagai fondasi kebijakan penguatan keluarga Indonesia.
Better Coverage · Better Preparation · Stronger Families
- Kantor Urusan Agama
- 5.918
- Kabupaten / Kota
- 499
- Provinsi melapor
- 35 / 38
- Peristiwa nikah
- 738.602

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
Ringkasan Eksekutif
Empat angka pokok capaian layanan Bimbingan Perkawinan — Januari–Juni 2026
Peristiwa Nikah
738.602pasangan
Seluruh peristiwa nikah tercatat di Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Angka ini menjadi penyebut Coverage Rate nasional.
Mengikuti BIMWIN
402.208calon pengantin (suami)
Peserta istri tercatat 401.378 orang — selisih 830 orang. Pembilang mengikuti definisi laporan cetak, yaitu peserta suami.
Coverage Rate Nasional
54,46%Low
Lebih dari separuh calon pengantin telah memperoleh layanan. Target nasional 90,0 %, sehingga jarak yang harus ditutup 35,54 p.p.
Coverage Gap
336.394pasangan
Belum memperoleh layanan Bimbingan Perkawinan sepanjang semester — setara 45,54 % dari seluruh peristiwa nikah.
Fondasi layanan sudah terbangun: lebih dari separuh calon pengantin terjangkau. Pekerjaan yang tersisa berukuran 336.394 pasangan, dan sebagaimana ditunjukkan lembar-lembar berikutnya, kesenjangan itu terpusat — bukan tersebar merata di 5.918 KUA.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-1|Coverage Rate
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin
Coverage Nasional
Target nasional 90,0 % · selisih 35,54 p.p.
Coverage Rate Nasional
54,46%Low
402.208 calon pengantin (suami) dari 738.602 peristiwa nikah telah mengikuti Bimbingan Perkawinan.
- Target nasional
- 90,0 %
- Jarak ke target
- 35,54 p.p.
- Pendaftaran nikah
- 813.634
Capaian 54,46 % menempatkan Indonesia pada kelas Low. Menutup 35,54 p.p. menuju target 90,0 % berarti melayani tambahan 262.534 calon pengantin pada volume pernikahan yang sama.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-1|Kapasitas Jenuh Saat Beban Memuncak
Volume peristiwa nikah dan Coverage Rate per bulan — Januari–Juni 2026
| Bulan | Peristiwa nikah | Coverage |
|---|---|---|
| Januari | 124.111 | 55,02 % |
| Februari | 77.292 | 54,27 % |
| Maret | 75.955 | 56,37 % |
| April | 137.670 | 52,57 % |
| Mei | 114.241 | 53,39 % |
| Junibeban tertinggi | 198.695 | 50,22 % |
Juni menanggung 26,9 % seluruh peristiwa nikah semester ini (198.695 pasangan) — dan justru di bulan itulah cakupan jatuh ke titik terendah 50,22 %, jauh di bawah bulan terbaik Maret (56,37 %). Cakupan menurun tepat ketika permintaan memuncak: ini masalah kapasitas layanan, bukan gejala musiman. Penjadwalan tambahan menjelang bulan puncak adalah intervensi paling cepat berdampak.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-2|Coverage Gap
Seberapa besar kesenjangan layanan yang masih harus dipenuhi
Sudah mengikuti Bimbingan Perkawinan
402.208(54,46 %)
Belum memperoleh layanan
336.394(45,54 %)
Belum Terlayani
336.394pasangan
Setara 45,54 % dari 738.602 peristiwa nikah nasional.
- Gap Rate
- 45,54 %
- Porsi gap dari KUA tanpa layanan
- 42,3 %
Kesenjangan bukan kabut yang merata. 42,3 % di antaranya — 142.132 pernikahan — berasal dari kelompok KUA yang tidak melayani satu pun calon pengantin sepanjang semester. Kesenjangan yang terpusat berarti kesenjangan yang dapat ditargetkan.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-4|Titik Buta Layanan
KUA yang mencatat peristiwa nikah namun nol peserta Bimbingan Perkawinan
KUA tanpa layanan
1.643KUA
27,8 % dari 5.918 KUA nasional.
Pernikahan tak terlayani
142.132pasangan
19,2 % seluruh pernikahan nasional.
Porsi dari coverage gap
42,3%
Dari total gap 336.394 pasangan.
Lima provinsi penyumbang terbesar
| Provinsi | KUA tanpa layanan | Porsi KUA | Pernikahan tak terlayani | Porsi provinsi |
|---|---|---|---|---|
| Sumatera Utara | 165 / 372 | 44,4 % | 16.742 | 46,8 % |
| Sumatera Selatan | 123 / 231 | 53,2 % | 12.073 | 48,1 % |
| Banten | 60 / 155 | 38,7 % | 11.813 | 36,4 % |
| Jawa Tengah | 65 / 573 | 11,3 % | 11.129 | 9,7 % |
| Lampung | 90 / 225 | 40,0 % | 10.476 | 42,7 % |
Menaikkan cakupan pada 1.643 KUA ini jauh lebih murah dan lebih cepat daripada peningkatan merata di 5.918 KUA. Inilah daftar prioritas intervensi nasional yang paling konkret yang dihasilkan data SIMKAH tingkat KUA.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-3|Kinerja Provinsi
Lima tertinggi dan lima terendah dari 33 provinsi yang layak diperingkat
Cakupan tertinggi
- 1
Sumatera Barat
19.496 peristiwa nikah · 174 KUA
99,18 %
Excellent
- 2
Aceh
16.099 peristiwa nikah · 279 KUA
87,01 %
Excellent
- 3
Kalimantan Utara
1.500 peristiwa nikah · 35 KUA
81,67 %
High
- 4
Gorontalo
5.075 peristiwa nikah · 70 KUA
76,83 %
High
- 5
Jawa Timur
124.809 peristiwa nikah · 665 KUA
75,06 %
High
Memerlukan prioritas
- 33
Jambi
11.626 peristiwa nikah · 132 KUA
8,60 %
Very Low
- 32
Nusa Tenggara Barat
13.066 peristiwa nikah · 116 KUA
9,19 %
Very Low
- 31
Maluku Utara
3.144 peristiwa nikah · 107 KUA
23,12 %
Very Low
- 30
Bengkulu
6.611 peristiwa nikah · 128 KUA
24,96 %
Very Low
- 29
Sulawesi Tengah
8.273 peristiwa nikah · 165 KUA
25,28 %
Very Low
Sebaran kelas kinerja
- Excellent2
- High5
- Moderate5
- Low4
- Very Low17
Tidak diperingkat
- Papua Barat989 peristiwa nikahDi bawah ambang
- Papua Barat Daya2 peristiwa nikahDi bawah ambang
- Provinsi pemekaran PapuaData belum tersedia
Selisih antarprovinsi sangat lebar dan tidak dapat dijelaskan oleh geografi semata. Provinsi dengan volume pernikahan serupa mencatat cakupan yang berbeda puluhan poin — artinya praktik penyelenggaraan provinsi terbaik dapat direplikasi. Wilayah dengan volume di bawah ambang 1.000 peristiwa nikah tetap ditampilkan angkanya, namun tidak diberi peringkat agar persentasenya tidak menyesatkan.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-3|Beban Perkotaan
Perbandingan kinerja layanan KUA kabupaten dan KUA kota
KUA Kabupaten
56,90%Coverage Rate
- Jumlah KUA
- 5.220 KUA
- Jumlah wilayah
- 401 wilayah
- Peristiwa nikah
- 604.597
- Calon pengantin (suami) ikut BIMWIN
- 344.006
- Rata-rata nikah per KUA
- 115,8
- Rata-rata BIMWIN per KUA
- 65,9
KUA Kota
43,43%Coverage Rate
- Jumlah KUA
- 698 KUA
- Jumlah wilayah
- 98 wilayah
- Peristiwa nikah
- 134.005
- Calon pengantin (suami) ikut BIMWIN
- 58.202
- Rata-rata nikah per KUA
- 192,0
- Rata-rata BIMWIN per KUA
- 83,4
Selisih cakupan
13,47 p.p.
Kabupaten mencatat cakupan lebih tinggi daripada kota.
Rasio beban kota
1,66×
Setiap KUA kota menangani 192,0 peristiwa nikah, dibanding 115,8 di kabupaten.
KUA kota menangani 1,66 kali lebih banyak peristiwa nikah per satuan kantor, namun mencatat cakupan 13,47 p.p. lebih rendah. Beban layanan perkotaan adalah titik intervensi prioritas: penambahan kapasitas, jadwal di luar jam kerja, dan kemitraan dengan lembaga mitra di kota besar.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-6|Klaster Kinerja KUA
Pengelompokan 5.918 KUA agar pembinaan tepat sasaran, bukan seragam
Leading KUA
2.636KUA
44,5 % dari seluruh KUA
Kelompok KUA dengan kinerja tertinggi dan konsisten unggul.
Fokus: Penguatan inovasi dan replikasi praktik baik ke KUA lainnya.
Growing KUA
291KUA
4,9 % dari seluruh KUA
KUA dengan potensi tinggi dan tren peningkatan kinerja positif.
Fokus: Akselerasi kapasitas, pendampingan teknis, dan penguatan sistem.
Stable KUA
376KUA
6,4 % dari seluruh KUA
KUA dengan kinerja relatif stabil namun masih ada ruang optimalisasi.
Fokus: Optimalisasi proses dan penguatan kualitas layanan.
Priority Improvement
2.615KUA
44,2 % dari seluruh KUA
KUA dengan coverage rendah dan memerlukan pendampingan intensif.
Fokus: Pendampingan intensif, penguatan SDM, dan dukungan sumber daya.
Lanskap KUA nasional terbelah hampir seimbang antara Leading KUA (2.636) dan Priority Improvement (2.615). Jalur transformasi yang dituju jelas: Priority Improvement → Stable → Growing → Leading. Setiap klaster menuntut bentuk pembinaan yang berbeda, sehingga program nasional yang seragam akan boros pada kelompok teratas dan tidak memadai bagi kelompok terbawah.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
ICBP-5|Cakupan Ditentukan Kebijakan, Bukan Beban
Hubungan antara jumlah peristiwa nikah dan Coverage Rate antarprovinsi
Korelasi antarprovinsi
r = 0,19SANGAT LEMAH
Dihitung pada 33 provinsi yang layak diperingkat.
- Koefisien determinasi (R²)
- 3,7 %
- Sisanya ditentukan faktor lain
- 96,3 %
Bukti: volume besar, hasil berbeda jauh
Provinsi dengan volume pernikahan terbesar nasional.
- Jawa Barat151.110 nikah52,84 %
Kelas Low
- Jawa Timur124.809 nikah75,06 %
Kelas High
- Jawa Tengah115.190 nikah63,72 %
Kelas Moderate
- Sumatera Utara35.807 nikah37,45 %
Kelas Very Low
Volume pernikahan hanya menjelaskan 3,7 % variasi cakupan antarprovinsi — hubungan yang sangat lemah. Ini kabar baik. Cakupan tidak ditentukan oleh besarnya beban pernikahan yang tidak bisa diubah, melainkan oleh faktor yang berada dalam kendali kebijakan: kapasitas KUA, jumlah dan kompetensi fasilitator, intensitas pelaksanaan, serta kemitraan daerah.

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
Arah Kebijakan Nasional
Lima prioritas menutup 35,54 p.p. menuju target 90,0 %
- 1
Perkuat kapasitas KUA
Pengaruh sangat tinggiMulai dari 1.643 KUA yang belum melayani satu pun calon pengantin — kelompok ini menyumbang 42,3 % seluruh coverage gap nasional.
- 2
Tambah dan ratakan fasilitator bersertifikat
Pengaruh tinggiPrioritaskan 2.615 KUA klaster Priority Improvement dan provinsi kelas Very Low yang berjumlah 17 provinsi.
- 3
Perluas intensitas pelaksanaan BIMWIN
Pengaruh tinggiTambah jadwal menjelang bulan puncak. Juni menanggung 198.695 peristiwa nikah — 26,9 % semester — dengan cakupan terendah.
- 4
Perkuat kemitraan daerah dan lembaga mitra
Pengaruh sedangFokus pada wilayah perkotaan: KUA kota menanggung beban 1,66× dengan cakupan 13,47 p.p. lebih rendah.
- 5
Monitoring berbasis dashboard SIMKAH
Prasyarat pelaksanaanPantau capaian hingga tingkat KUA dan tandai anomali secara terbuka — termasuk 713 KUA dengan cakupan melebihi 100 % dan 59 KUA tanpa peristiwa nikah.
Pesan Kebijakan Eksekutif

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Executive Performance Report
Semester I Tahun 2026
Setiap peningkatan cakupan Bimbingan Perkawinan merupakan investasi bagi terwujudnya keluarga Indonesia yang lebih tangguh, harmonis, dan berkualitas.
Laporan ICBP Semester I Tahun 2026 — Halaman Penutup
Better Coverage · Better Preparation · Stronger Families

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
Sumber data: Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) · Januari–Juni 2026