Lompat ke konten utama

Executive Performance Report

Semester I Tahun 2026

Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)

Ringkasan Eksekutif

Capaian Nasional Layanan Bimbingan Perkawinan — Semester I Tahun 2026

Disusun dari data SIMKAH tingkat KUA · Januari–Juni 2026

Mode Laporan

Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan berhasil menjangkau calon pengantin di Indonesia selama Semester I Tahun 2026?

1Executive KPI

Peristiwa Nikah

738.602pasangan

Jumlah pasangan yang menikah dan tercatat dalam SIMKAH selama Semester I 2026.

Mengikuti BIMWIN

402.208calon pengantin

Dihitung dari peserta suami. Peserta istri 401.378 — selisih 830.

Coverage Rate

Coverage Nasional 54,46 persen, target 90,0 persen0%25%50%75%100%54,46%

Coverage Nasional

Target nasional 90,0 % · selisih 35,54 p.p.

Proporsi calon pengantin yang telah mengikuti Bimbingan Perkawinan.

Coverage Gap

336.394pasangan

Belum memperoleh layanan BIMWIN — setara 45,54 % dari seluruh peristiwa nikah.

2Tiga Temuan Utama

Kapasitas jenuh saat beban puncak

Juni mencatat peristiwa nikah terbanyak (198.69526,90 % dari seluruh semester), namun justru dengan Coverage Rate terendah (50,22 %).

Cakupan menurun tepat ketika permintaan memuncak — bukan gejala musiman.

Kesenjangan terpusat, bukan merata

1.643 KUA tidak melayani satu pun calon pengantin selama enam bulan, mencakup 142.132 pernikahan — 42,25 % dari seluruh kesenjangan nasional.

Menangani kelompok ini jauh lebih efisien daripada peningkatan merata di 5.918 KUA.

Cakupan ditentukan kebijakan, bukan beban

Korelasi volume pernikahan dengan cakupan sangat lemah (r = 0,19). Volume hanya menjelaskan 3,7 % variasi antarprovinsi.

Kapasitas KUA, fasilitator, dan kemitraan — semuanya dapat dikendalikan.

3Cakupan dan Kesenjangan Nasional

Cakupan 54,46 persen — 402.208 terlayani dari 738.60254,46%COVERAGE RATE

Sudah mengikuti BIMWIN

402.208(54,46 %)

Belum memperoleh layanan

336.394(45,54 %)

Provinsi melapor

35dari 38

Kabupaten / Kota

499wilayah

Kantor Urusan Agama

5.918KUA

Beban layanan perkotaan

KUA Kota menangani lebih banyak pernikahan per kantor, namun mencatat cakupan lebih rendah.

KUA Kabupaten5.220 KUA · 115,8 nikah/KUA
56,90 %
KUA Kota698 KUA · 192,0 nikah/KUA
43,43 %

Selisih cakupan

13,47 p.p.

Rasio beban kota

1,66×

4Perkembangan Bulanan

Rincian ICBP-1

Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Jun, bersamaan dengan cakupan terendah.

5Kinerja Provinsi

Peta & peringkat lengkap

Cakupan tertinggi

  • 1
    Sumatera Barat

    19.496 peristiwa nikah · 174 KUA

    99,18 %
  • 2
    Aceh

    16.099 peristiwa nikah · 279 KUA

    87,01 %
  • 3
    Kalimantan Utara

    1.500 peristiwa nikah · 35 KUA

    81,67 %
  • 4
    Gorontalo

    5.075 peristiwa nikah · 70 KUA

    76,83 %
  • 5
    Jawa Timur

    124.809 peristiwa nikah · 665 KUA

    75,06 %

Memerlukan prioritas

  • 33
    Jambi

    11.626 peristiwa nikah · 132 KUA

    8,60 %
  • 32
    Nusa Tenggara Barat

    13.066 peristiwa nikah · 116 KUA

    9,19 %
  • 31
    Maluku Utara

    3.144 peristiwa nikah · 107 KUA

    23,12 %
  • 30
    Bengkulu

    6.611 peristiwa nikah · 128 KUA

    24,96 %
  • 29
    Sulawesi Tengah

    8.273 peristiwa nikah · 165 KUA

    25,28 %

6Wilayah Prioritas Intervensi

Lima provinsi penyumbang kesenjangan terbesar dari KUA tanpa layanan

KUA yang mencatat pernikahan tetapi nol peserta BIMWIN sepanjang semester.

Peta blank spot
ProvinsiKUA tanpa layananPorsi KUAPernikahan tak terlayaniPorsi provinsi
Sumatera Utara165 / 37244,4 %16.74246,8 %
Sumatera Selatan123 / 23153,2 %12.07348,1 %
Banten60 / 15538,7 %11.81336,4 %
Jawa Tengah65 / 57311,3 %11.1299,7 %
Lampung90 / 22540,0 %10.47642,7 %

7Enam Dimensi Analisis

8Implikasi Kebijakan

Penguatan kapasitas KUA adalah faktor pendorong dengan pengaruh tertinggi terhadap Coverage Rate.

Penjadwalan tambahan menjelang bulan puncak dapat mencegah cakupan tertekan saat beban memuncak.

Kemitraan strategis dengan ormas, perguruan tinggi, dan masjid memperluas akses tanpa membangun infrastruktur baru.

Arah Kebijakan Nasional

Peningkatan Coverage Rate memerlukan perluasan akses layanan, penguatan kapasitas penyelenggara, optimalisasi pemanfaatan data SIMKAH, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis — agar setiap calon pengantin memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh Bimbingan Perkawinan.
Setiap peningkatan cakupan Bimbingan Perkawinan merupakan investasi bagi terwujudnya keluarga Indonesia yang lebih tangguh, harmonis, dan berkualitas.
Laporan ICBP Semester I 2026 — halaman penutup ICBP-1

Catatan data

Sejumlah angka pada portal ini berbeda dari laporan cetak karena dihitung ulang langsung dari data SIMKAH tingkat KUA. Perbedaan tersebut didokumentasikan secara terbuka — lihat Metodologi & catatan data.

Sumber Data

Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah

Semester I Tahun 2026

ICBP Executive Performance Report

Ringkasan Eksekutif

Metodologi & catatan data