Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Metodologi dan Glosarium
Definisi, Rumus, Batas Tafsir, dan Catatan Data Portal ICBP
Halaman rujukan — setiap angka portal dapat ditelusuri sampai ke sini · Januari–Juni 2026
Dari mana angka pada portal ini berasal, bagaimana persisnya ia dihitung, apa saja keterbatasannya — dan di titik mana ia berbeda dari laporan cetak?
1Sumber dan Cakupan Data
Baris Data Sumber
5.918KUA
Satu baris berkas sumber SIMKAH mewakili satu Kantor Urusan Agama. Inilah satuan analisis terkecil portal.
Provinsi Melapor
35dari 38
3 provinsi tidak terdapat sama sekali pada berkas sumber dan berstatus "Data belum tersedia".
Angka yang Didefinisikan Halaman Ini
Coverage Nasional
Target nasional 90,0 % · selisih 35,54 p.p.
Coverage Rate nasional 54,4553 % — hasil bagi 402.208 calon pengantin (suami) dengan 738.602 peristiwa nikah.
Kabupaten / Kota
499dari 514
Wilayah yang memiliki sekurang-kurangnya satu KUA melapor pada periode Semester I 2026.
Periode Pengukuran
Januari–Juni 2026enam bulan
Satu semester penuh. Portal belum dapat menyajikan perbandingan antarperiode atau antartahun.
Alur pengolahan: dari ekspor SIMKAH sampai halaman portal
Satu jalur, satu arah, tanpa penyuntingan manual di antaranya. Berkas keluaran adalah artefak — bila ada yang keliru, yang diperbaiki adalah proses pengolahannya, lalu seluruh dataset dibangun ulang.
- 1
SIMKAH
Sistem pencatatan nikah nasional Kementerian Agama. Ekspor agregat tingkat KUA: Data_bimwin_catin_1-6_2026_dengan_demografi.xlsx
- 2
Pengolahan otomatis (ETL)
Agregasi berjenjang KUA → kabupaten/kota → provinsi → nasional, penghitungan seluruh nilai turunan, lalu 10 uji invarian.
- 3
Dataset tunggal
Satu berkas menjadi sumber seluruh halaman. Tidak ada halaman yang memiliki angkanya sendiri.
- 4
Portal ICBP
Enam dimensi, rapor wilayah, dan mode laporan — seluruhnya membaca dataset yang sama.
1 peristiwa nikah = 1 pasangan = 2 orang (suami + istri). Berkas sumber memuat, untuk setiap KUA: jumlah pendaftaran nikah, jumlah peristiwa nikah, keikutsertaan Bimbingan Perkawinan secara terpisah untuk suami dan istri, rincian keenam bulan, serta profil demografi calon pengantin.
Cakupan wilayah terhadap master wilayah nasional
Master wilayah lengkap; data ICBP mencakup wilayah yang melapor ke SIMKAH pada periode ini.
| Tingkat wilayah | Master nasional | Melapor ke SIMKAH | Selisih |
|---|---|---|---|
| Provinsi | 38 | 35 | 3 |
| Kabupaten / Kota | 514 | 499 | 15 |
| Kantor Urusan Agama | — | 5.918 | — |
Provinsi berstatus “Data belum tersedia”
Tiga provinsi hasil pemekaran Papua tidak terdapat sama sekali pada berkas sumber.
- 93Papua SelatanData belum tersedia
- 94Papua TengahData belum tersedia
- 95Papua PegununganData belum tersedia
Mengapa bukan ditulis 0 %
“Belum melapor” berbeda maknanya dari “tidak melayani”. Menampilkan 3 provinsi ini sebagai 0 % akan menyamakan wilayah yang datanya belum masuk dengan wilayah yang benar-benar tidak menyelenggarakan layanan. Menyembunyikannya membuat pembaca mengira seluruh Indonesia sudah terwakili.2Definisi dan Rumus Resmi
Enam rumus di bawah adalah definisi operasional ICBP. Satuan ditulis eksplisit karena di situlah kesalahan pembacaan paling sering terjadi. Setiap rumus disertai contoh perhitungan dengan angka nasional Semester I 2026 yang sedang tampil di portal ini.
Coverage Rate
satuan hasil: persen (%)
Coverage Rate = ( calon pengantin (suami) yang sudah ikut BIMWIN
÷ peristiwa nikah ) × 100 %
402.208 ÷ 738.602 × 100 % = 54,4553 %Pembilang bersatuan orang, penyebut bersatuan pasangan. Rasionya tetap sahih karena tepat ada satu suami per peristiwa nikah — sehingga terbaca sebagai proporsi peristiwa nikah yang suaminya sudah mengikuti BIMWIN.
Coverage Gap
satuan hasil: peristiwa nikah (pasangan) — jumlah, bukan persen
Coverage Gap = peristiwa nikah − suami yang sudah ikut BIMWIN
738.602 − 402.208 = 336.394Coverage Gap selalu berupa jumlah, tidak pernah persen. Persentasenya disebut Gap Rate dan memiliki rumus tersendiri.
Gap Rate
satuan hasil: persen (%)
Gap Rate = ( Coverage Gap ÷ peristiwa nikah ) × 100 %
= 100 % − Coverage Rate
336.394 ÷ 738.602 × 100 % = 45,5447 %
100 % − 54,4553 % = 45,5447 %Selalu berlaku Coverage Rate + Gap Rate = 100 %. Bila keduanya tidak berjumlah seratus, ada kekeliruan pembulatan atau pembilang.
Gap ke target
satuan hasil: poin persentase (p.p.)
Gap ke target = target nasional − Coverage Rate
90,0 % − 54,4553 % = 35,54 p.p.
Nilai POSITIF → target belum tercapai
Nilai NEGATIF → target TERLAMPAUI (ditandai "Target tercapai")Contoh dari data: Sumatera Barat berada pada 99,18 %, sehingga gapnya −9,18 p.p. — bertanda negatif dan wajib ditandai sebagai target tercapai, bukan ditandai kuning.
Rata-rata beban per KUA
satuan hasil: peristiwa nikah per KUA per semester
Rata-rata nikah / KUA = peristiwa nikah ÷ jumlah KUA
Rata-rata BIMWIN / KUA = suami ikut BIMWIN ÷ jumlah KUA
KUA Kabupaten : 604.597 ÷ 5.220 = 115,82
KUA Kota : 134.005 ÷ 698 = 191,98
Rasio beban kota : 191,98 ÷ 115,82 = 1,66×Pembeda kabupaten dan kota memakai aturan kode wilayah BPS: dua digit terakhir kode kabupaten/kota 71 atau lebih berarti Kota. Tidak ada daftar manual.
Selisih dari nasional
satuan hasil: poin persentase (p.p.)
Selisih = Coverage Rate wilayah − Coverage Rate nasional
Sumatera Barat 99,18 − 54,46 = +44,73 p.p.
Jawa Barat 52,84 − 54,46 = −1,62 p.p.Dua angka yang sama-sama berakhiran persen, bila dikurangkan, selalu menghasilkan poin persentase — tidak pernah persen. Aturan ini berlaku untuk gap ke target, selisih antarwilayah, selisih kabupaten–kota, dan tren antarbulan.
Persen (%) dan poin persentase (p.p.) tidak dapat dipertukarkan
Cakupan KUA Kabupaten 56,90 % dan KUA Kota 43,43 %. Selisih absolutnya 13,47 p.p., sedangkan perubahan relatifnya 31,00 % — dua pernyataan yang benar tetapi menjawab pertanyaan berbeda. Menulis “lebih tinggi 13,47%” adalah keliru.3Rata-rata Tertimbang, Bukan Rata-rata Sederhana
Ini satu-satunya konsep metodologis yang, bila keliru, merusak seluruh angka turunan portal. Coverage Rate pada setiap tingkat dihitung dengan menjumlahkan pembilang dan penyebutnya, bukan dengan merata-ratakan persentase wilayah di bawahnya.
Aturan agregasi
BENAR — rata-rata TERTIMBANG:
Coverage induk = Σ( suami seluruh anak )
÷ Σ( peristiwa nikah seluruh anak ) × 100 %
SALAH — rata-rata SEDERHANA:
Coverage induk ≠ ( Σ coverage tiap anak ) ÷ jumlah anakBerlaku di setiap jenjang tanpa kecuali: KUA → kabupaten/kota → provinsi → nasional. Yang diukur ICBP adalah berapa banyak pasangan Indonesia yang terlayani, bukan berapa banyak wilayah yang berkinerja baik. Karena itu wilayah dengan jumlah pernikahan lebih besar dengan sendirinya berbobot lebih besar terhadap angka induknya.
Contoh dua kantor yang membuat perbedaannya kasat mata
Contoh aritmetika untuk penjelasan; bukan data wilayah nyata.
| Kantor | Peristiwa nikah | Suami ikut BIMWIN | Coverage |
|---|---|---|---|
| KUA A | 2 | 2 | 100,0 % |
| KUA B | 1.000 | 100 | 10,0 % |
Rata-rata sederhana
55,0 %
(100,0 + 10,0) ÷ 2 — menyesatkan
Rata-rata tertimbang
10,2 %
102 ÷ 1.002 — benar
Hal yang sama, diuji pada data nyata portal
35 provinsi melaporKedua angka di bawah dihitung dari dataset yang sama. Hanya metode agregasinya yang berbeda.
Keduanya terpaut 4,65 p.p. — sebab rata-rata sederhana memperlakukan Papua Barat Daya (2 peristiwa nikah, cakupan 100,00 %) sama beratnya dengan Jawa Barat (151.110 peristiwa nikah, cakupan 52,84 %) — padahal yang kedua menanggung 75.555× lipat jumlah pernikahannya.
Mengapa ini penting untuk pembaca laporan
Kekeliruan metode agregasi tidak terlihat pada halaman mana pun secara langsung — ia hanya muncul sebagai angka wilayah yang tidak dapat berdampingan dengan angka nasionalnya. Pemeriksaan sederhananya: bila nilai cakupan wilayah-wilayah besar ditimbang dengan pangsa pernikahannya, hasilnya harus mendekati cakupan nasional. Bila jumlahnya sudah melampaui angka nasional sebelum seluruh wilayah terhitung, ada yang keliru — dan itu dapat dideteksi tanpa membuka data mentah sekalipun.4Apa Persisnya yang Dihitung sebagai Terlayani
402.208 adalah jumlah suami, bukan jumlah pasangan
Berkas sumber SIMKAH mencatat keikutsertaan Bimbingan Perkawinan secara terpisah untuk suami dan istri. Angka yang menjadi pembilang Coverage Rate — dan yang dikutip laporan cetak — adalah jumlah suami. Jumlah istri berbeda tipis.
Angka resmi portal — pembilang SUAMI:
402.208 ÷ 738.602 × 100 % = 54,4553 %
Perhitungan pembanding — pembilang ISTRI (BUKAN angka resmi):
401.378 ÷ 738.602 × 100 % = 54,3429 %
Selisih kedua cara: 0,11 p.p.Keputusan portal dan alasannya
- Pembilang tetap suami. Angka 402.208 muncul di sekitar delapan halaman laporan cetak dan menjadi dasar Coverage Rate 54,46 % yang sudah beredar. Menggantinya akan memutus keterbandingan.
- Kedua angka ditampilkan terbuka. Jumlah istri dan selisih 830 disebutkan berdampingan di setiap tempat yang memuat pembilang.
- Labelnya diperbaiki. Portal menulis “calon pengantin (suami)”, bukan “pasangan”. Rasio dan seluruh angka turunannya tidak berubah; yang berubah hanya ketepatan sebutannya.
- Yang belum dapat dihitung. Berkas sumber tidak memuat jumlah pasangan yang keduanya hadir, sehingga Coverage Rate “per pasangan lengkap” belum dapat disajikan dan tidak boleh ditaksir dari selisih 830.
Cara mengutip yang benar
“54,46 % peristiwa nikah pada Semester I Tahun 2026 tercatat dengan calon pengantin (suami) yang sudah mengikuti Bimbingan Perkawinan.” Bukan: “402.208 pasangan telah mengikuti BIMWIN.”5Kelas Kinerja dan Ambang Peringkat
Lima kelas kinerja — dihitung dari Coverage Rate, tidak pernah ditetapkan manual
Rentangnya dipertahankan dari laporan cetak. Jumlah provinsi per kelas dihitung dari data, atas 33 provinsi layak peringkat.
| Kelas kinerja | Rentang Coverage Rate | Keterangan | Provinsi | Porsi |
|---|---|---|---|---|
| Excellent | 85–100 % | Cakupan sangat tinggi, kinerja pelayanan sangat baik. | 2 | 6,1 % |
| High | 70–84 % | Cakupan tinggi, kinerja pelayanan baik. | 5 | 15,2 % |
| Moderate | 55–69 % | Cakupan sedang, masih perlu penguatan. | 5 | 15,2 % |
| Low | 40–54 % | Cakupan rendah, memerlukan intervensi. | 4 | 12,1 % |
| Very Low | < 40 % | Cakupan sangat rendah, memerlukan prioritas tinggi. | 17 | 51,5 % |
Ambang peringkat 1.000 peristiwa nikah
Wilayah dengan volume di bawah ambang tetap ditampilkan lengkap dengan angkanya, tetapi tidak diberi nomor peringkat, tidak masuk perhitungan median kuadran, dan tidak masuk perhitungan korelasi.
layakPeringkat = ( peristiwa nikah ≥ 1.000 )Alasannya sederhana: pada volume sekecil itu, persentase menjadi tidak stabil — satu peristiwa nikah saja dapat menggeser cakupan puluhan poin. Peringkat provinsi karena itu disusun atas 33 provinsi, bukan 35.
Provinsi di bawah ambang peringkat
Angkanya ditampilkan apa adanya; nomor peringkatnya kosong.
| Provinsi | Peristiwa nikah | KUA | Coverage | Peringkat |
|---|---|---|---|---|
| Papua Barat | 989 | 53 | 78,67 % | Tidak diperingkat |
| Papua Barat Daya | 2 | 1 | 100,00 % | Tidak diperingkat |
6Aturan Kuadran Provinsi dan Klaster KUA
Keanggotaan kuadran dan klaster dihitung dari data, tidak pernah ditulis manual. Dengan begitu satu wilayah tidak mungkin muncul di dua kelompok yang saling bertentangan — persoalan yang pernah terjadi pada laporan cetak.
Matriks kinerja provinsi — empat kuadran
Sumbu mendatar volume pernikahan, sumbu tegak Coverage Rate. Batas kedua sumbu adalah median nasional.
median coverage provinsi = 39,38 %
median volume provinsi = 10.453 peristiwa nikah
coverage ≥ median DAN volume ≥ median → LEADING
coverage ≥ median DAN volume < median → EFFICIENT
coverage < median DAN volume < median → DEVELOPING
coverage < median DAN volume ≥ median → PRIORITYMedian dipakai, bukan rata-rata, karena median tidak terseret nilai ekstrem seperti provinsi bervolume sangat kecil. Hanya wilayah layak peringkat yang masuk perhitungan median maupun penempatan kuadran.
- Leading Provinces9 provinsi
Cakupan tinggi dengan volume pernikahan tinggi. Model praktik baik nasional.
- Efficient Provinces8 provinsi
Cakupan tinggi dengan volume rendah. Efektivitas penyelenggaraan tinggi.
- Developing Provinces8 provinsi
Cakupan rendah dengan volume rendah. Memerlukan penguatan kapasitas.
- Priority Provinces8 provinsi
Cakupan rendah dengan volume tinggi. Prioritas utama intervensi nasional.
Klaster kinerja KUA — empat kelompok
Ditetapkan dari Coverage Rate ditambah arah tren antartriwulan.
tren = coverage(April–Juni) − coverage(Januari–Maret) [p.p.]
tidak ada peristiwa nikah → D_PRIORITY
ada nikah tetapi nol peserta (blank spot) → D_PRIORITY
coverage ≥ 70 % → A_LEADING
coverage < 40 % → D_PRIORITY
coverage 40–69 % dan tren > 2,0 p.p. → B_GROWING
coverage 40–69 % selain itu → C_STABLECoverage KUA di atas 100 % dibatasi pada 100 % lebih dulu sebelum diuji. Tren dihitung dari coverage tertimbang tiap triwulan, bukan dari rata-rata persentase bulanan.
- Leading KUA2.636 KUA
Kelompok KUA dengan kinerja tertinggi dan konsisten unggul.
- Growing KUA291 KUA
KUA dengan potensi tinggi dan tren peningkatan kinerja positif.
- Stable KUA376 KUA
KUA dengan kinerja relatif stabil namun masih ada ruang optimalisasi.
- Priority Improvement2.615 KUA
KUA dengan coverage rendah dan memerlukan pendampingan intensif.
7Anomali Data — Ditandai, Bukan Dihapus
Data mentah memuat sejumlah kejanggalan yang sengaja tidak dibersihkan. Menghapusnya akan membuat total nasional tidak lagi klop dan menyembunyikan justru bagian yang paling berguna bagi kebijakan. Seluruhnya ditandai dan dilaporkan terbuka di bawah ini.
| Anomali | Jumlah | Besaran terdampak | Penanganan portal |
|---|---|---|---|
| Coverage di atas 100 %Peserta BIMWIN melebihi jumlah peristiwa nikah di KUA yang sama | 713 KUA12,0 % dari seluruh KUA | 4.852 peserta1,21 % dari pembilang nasional | Ditandai. Nilai mentah tetap disimpan dan ditampilkan; hanya untuk pewarnaan peta dan penetapan kelas, nilainya dibatasi pada 100 %. Agregat kabupaten/kota ke atas tidak pernah memakai nilai yang dibatasi. |
| Coverage 0 % — blank spotAda peristiwa nikah, tidak satu pun calon pengantin dilayani | 1.643 KUA27,8 % dari seluruh KUA | 142.132 nikah19,2 % nasional · 42,3 % dari kesenjangan | Ditandai dan diangkat sebagai temuan utama — lapisan tersendiri pada peta sebaran geografis dan daftar prioritas intervensi nasional. |
| Tanpa peristiwa nikahTidak mencatat satu pun akad sepanjang semester | 59 KUA | Coverage tidak dapat dihitung | Ditandai terpisah dari blank spot dan tidak dihitung dalam persentasenya. Tetap masuk daftar pembinaan, tidak dibuang dari dataset. |
| Kolom Total ≠ jumlah enam bulanKedua blok kolom pada berkas sumber tidak konsisten | 10.638 nikah16.014 peserta | Σ bulanan 727.964coverage Σ bulanan 53,05 % | Portal memakai kolom Total sebagai angka resmi semester, dan menampilkan seri bulanan apa adanya dengan catatan ini. Selisihnya tidak pernah ditambal dengan penyesuaian buatan. |
| Selisih peserta suami dan istriDua pembilang yang mungkin, dengan hasil sedikit berbeda | 830 orang | 0,11 p.p.selisih Coverage Rate | Pembilang resmi tetap suami demi keterbandingan; kedua angka ditampilkan berdampingan. Lihat bagian 4. |
1.643 KUA tanpa layanan menyumbang 42,3 % dari seluruh kesenjangan nasional. Kesenjangan bukan persoalan yang tersebar merata, melainkan terpusat dan dapat ditargetkan.
Pembatasan nilai pada 100 % hanya berlaku untuk pewarnaan peta dan penetapan kelas. Seluruh penjumlahan berjenjang memakai nilai mentah agar total nasional tetap klop.
Grafik bulanan dan angka semester tidak akan pernah klop persis. Pembaca yang menjumlahkan sendiri akan menemukan selisih 10.638 peristiwa nikah — itu diketahui dan dinyatakan, bukan disembunyikan.
8Perbedaan dengan Laporan Cetak
12 temuan · 4 kritis · 6 sedang · 2 ringanDalam proses pemindahan laporan ke portal, seluruh angka pada dua puluh enam halaman laporan cetak diperiksa ulang terhadap data mentah SIMKAH. Angka pokok laporan terverifikasi tepat dan kerangka analitis enam dimensinya kokoh. Perbedaan terpusat pada tiga blok angka turunan, yang tampaknya berasal dari sumber atau perhitungan berbeda dari data yang menghasilkan angka nasional. Semuanya dicantumkan di bawah ini apa adanya — tanpa menyalahkan, dan tanpa diselaraskan diam-diam.
Angka pokok nasional — seluruhnya cocok
Terverifikasi tepat| Metrik | Laporan cetak | Portal (data SIMKAH) | Status |
|---|---|---|---|
| Peristiwa nikah | 738.602 | 738.602 | Cocok persis |
| Calon pengantin (suami) ikut BIMWIN | 402.208 | 402.208 | Cocok persis |
| Coverage Rate nasional | 54,45 % | 54,4553 % | Cocok persis |
| Coverage Gap | 336.394 | 336.394 | Cocok persis |
| Gap Rate | 45,55 % | 45,5447 % | Cocok persis |
| Jumlah KUA | 5.918 | 5.918 | Cocok persis |
Seri bulanan — cakupan cocok seluruhnya, volumenya berbeda
Keenam nilai Coverage Rate bulanan pada laporan cetak cocok persis dengan hitungan data. Yang berbeda adalah jumlah peristiwa nikah di baliknya — termasuk arah trennya.
| Bulan | Nikah (laporan) | Nikah (portal) | Volume | Coverage (laporan) | Coverage (portal) | Cakupan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Januari | 45.267 | 124.111 | Berbeda | 55,02 % | 55,02 % | Cocok persis |
| Februari | 42.318 | 77.292 | Berbeda | 54,27 % | 54,27 % | Cocok persis |
| Maret | 51.102 | 75.955 | Berbeda | 56,37 % | 56,37 % | Cocok persis |
| April | 43.876 | 137.670 | Berbeda | 52,57 % | 52,57 % | Cocok persis |
| Mei | 47.235 | 114.241 | Berbeda | 53,39 % | 53,39 % | Cocok persis |
| Juni | 39.871 | 198.695 | Berbeda | 50,22 % | 50,22 % | Cocok persis |
KUA kabupaten dan kota — bagian laporan yang paling akurat
| Indikator | Laporan | Portal | Status |
|---|---|---|---|
| Selisih cakupan kabupaten − kota | 13,50 p.p. | 13,47 p.p. | Nyaris sama |
| Jumlah KUA kabupaten | 5.166 | 5.220 | Berbeda |
| Jumlah KUA kota | 752 | 698 | Berbeda |
| Rasio beban kota terhadap kabupaten | 2,42× | 1,66× | Berbeda |
Statistik hubungan dan cakupan wilayah
| Indikator | Laporan | Portal | Status |
|---|---|---|---|
| Korelasi Pearson (r) | 0,62 | 0,1932 | Berbeda |
| Variasi terjelaskan (R²) | 0,38 | 0,0373 | Berbeda |
| Intercept | 23,41 | 44,65 | Berbeda |
| Jumlah provinsi dianalisis | 34 dan 38 | 35 | Berbeda |
Peringkat provinsi — perbedaan terbesar
Sepuluh provinsi yang disebut berkinerja tertinggi pada laporan cetak, dibandingkan dengan capaian menurut data.
| Provinsi | Coverage (laporan) | Coverage (portal) | Selisih | Peringkat laporan | Peringkat portal | Kelas menurut data |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Jawa Barat | 96,49 % | 52,84 % | −43,65 p.p. | 1 | 13 | Low |
| DKI Jakarta | 92,51 % | 42,52 % | −49,99 p.p. | 2 | 16 | Low |
| Bali | 90,06 % | 73,39 % | −16,67 p.p. | 3 | 6 | High |
| D.I. Yogyakarta | 89,21 % | 32,21 % | −57,00 p.p. | 4 | 22 | Very Low |
| Kepulauan Riau | 88,25 % | 51,99 % | −36,27 p.p. | 5 | 14 | Low |
| Jawa Tengah | 87,38 % | 63,72 % | −23,66 p.p. | 6 | 10 | Moderate |
| Jawa Timur | 84,70 % | 75,06 % | −9,64 p.p. | 7 | 5 | High |
| Banten | 84,17 % | 25,96 % | −58,21 p.p. | 8 | 28 | Very Low |
| Kalimantan Timur | 83,12 % | 28,52 % | −54,60 p.p. | 9 | 27 | Very Low |
| Sulawesi Selatan | 81,76 % | 71,14 % | −10,62 p.p. | 10 | 7 | High |
Angka pokok laporan — total pernikahan, total peserta, Coverage Rate, Coverage Gap, jumlah KUA, dan keenam nilai cakupan bulanan — terverifikasi tepat terhadap data mentah SIMKAH.
Kerangka analitis enam dimensi laporan tetap dipakai utuh oleh portal. Yang diperbarui adalah angkanya, bukan cara berpikirnya.
Penilaian laporan bahwa jumlah peristiwa nikah hanyalah faktor kontekstual justru terbukti lebih kuat oleh data daripada yang laporan klaim sendiri.
Mengapa Perbedaan Ini Ditayangkan Terbuka
9Keterbatasan, Ketelusuran, dan Uji Invarian
Keterbatasan — harap dibaca sebelum mengutip
- Satu semester saja. Data mencakup Januari–Juni 2026. Kesimpulan tentang tren tahunan atau perbandingan antartahun belum dapat ditarik dari portal ini.
- Cakupan geografis parsial. 35 dari 38 provinsi, sehingga seluruh angka nasional berlaku untuk wilayah yang melapor ke SIMKAH pada periode tersebut.
- Ekspor manual, bukan sambungan langsung. Pembaruan berkala akan mengikuti ketersediaan jalur integrasi, yang waktunya belum ditetapkan.
- Indeks cakupan, bukan indeks mutu. ICBP menjawab berapa banyak calon pengantin yang terjangkau, bukan seberapa baik bimbingan yang mereka terima.
- Demografi tidak dapat disilangkan. Profil usia, pendidikan, dan pekerjaan menggambarkan seluruh calon pengantin yang menikah, bukan hanya peserta BIMWIN. Portal tidak menyimpulkan kelompok mana yang kurang terlayani.
- Sejumlah angka berbeda dari laporan cetak yang mungkin sudah beredar. Bila terjadi perbedaan kutipan, rujukannya adalah portal ini beserta catatan pada bagian 8.
Uji invarian — pernyataan yang harus selalu benar
Diuji otomatis setiap kali dataset dibangun. Bila satu saja gagal, dataset tidak diterbitkan dan portal tidak diperbarui.
Σ nikah seluruh KUA / kab-kota / provinsi = 738.602
Σ suami seluruh KUA / kab-kota / provinsi = 402.208
Σ nikah KUA kabupaten + KUA kota = 738.602
Σ KUA kabupaten + KUA kota = 5.918
gap = nikah − suami = 336.394
coverage = suami ÷ nikah = 54,4553 %Ditambah pemeriksaan keutuhan struktur: setiap KUA harus memiliki kabupaten/kota induk yang sah, setiap kabupaten/kota harus memiliki provinsi induk yang sah, setiap KUA menempati tepat satu klaster, dan tidak ada wilayah yang boleh muncul di lebih dari satu kuadran.
Inilah pembeda pokok portal terhadap dokumen cetak: kontradiksi antarhalaman menjadi mustahil secara struktur, karena setiap angka dijumlahkan dari satu dataset tunggal tingkat KUA dan diuji ulang sebelum terbit. Dengan cara ini laporan semester berikutnya dapat dihasilkan langsung dari portal, bukan disusun ulang secara manual.
10Glosarium
Definisi di bawah ditulis agar dapat dikutip langsung oleh jurnalis, peneliti, dan pembuat kebijakan. Angka yang tercantum di dalamnya berasal dari dataset yang sama dengan seluruh halaman portal.
Istilah kelembagaan
9 istilah
- Kementerian Agama Republik Indonesia
- Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama; pemilik dan penanggung jawab data ICBP.
- Ditjen Bimas Islam
- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam — unit eselon I yang membina urusan agama Islam, termasuk kepenghuluan, pencatatan nikah, dan pembangunan keluarga. Induk penerbit laporan ICBP.
- Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah
- Unit eselon II di bawah Ditjen Bimas Islam yang membina KUA dan program keluarga sakinah; penerbit resmi laporan ICBP Semester I 2026.
- KUA — Kantor Urusan Agama
- Unit pelaksana teknis Kementerian Agama di tingkat kecamatan; menyelenggarakan pencatatan nikah, rujuk, dan Bimbingan Perkawinan. Dataset ICBP memuat 5.918 KUA — 5.220 KUA kabupaten dan 698 KUA kota. Satuan analisis terkecil portal.
- SIMKAH — Sistem Informasi Manajemen Nikah
- Sistem informasi nasional pencatatan nikah Kementerian Agama; satu-satunya sumber data ICBP. Portal membaca ekspor agregat tingkat KUA dan tidak menyentuh baris per-orang.
- BIMWIN — Bimbingan Perkawinan
- Layanan pembekalan pranikah bagi calon pengantin: keluarga sakinah, kesehatan reproduksi, ekonomi keluarga, pengasuhan, dan penyelesaian konflik. Objek yang diukur cakupannya oleh ICBP.
- Calon pengantin (catin)
- Perempuan dan laki-laki yang telah mendaftarkan rencana pernikahan di KUA melalui SIMKAH. Satu pasangan catin sama dengan dua orang; keikutsertaan BIMWIN dicatat terpisah untuk suami dan istri.
- Keluarga Sakinah
- Keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan mampu menjalankan fungsinya secara seimbang — tujuan akhir seluruh program pembinaan keluarga. BIMWIN adalah pintu masuknya; ICBP mengukur seberapa luas pintu itu terbuka.
- Fasilitator BIMWIN
- Petugas yang memfasilitasi penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan, umumnya bersertifikat. Ditempatkan sebagai faktor pendorong kedua terkuat pada kerangka ICBP-5.
Istilah indeks ICBP
14 istilah
- ICBP
- Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (Marriage Guidance Coverage Index). Indeks cakupan layanan, bukan indeks mutu layanan: menjawab berapa banyak yang terjangkau, bukan seberapa baik bimbingannya.
- Enam dimensi
- ICBP-1 Coverage Rate · ICBP-2 Coverage Gap · ICBP-3 Regional Performance · ICBP-4 Geographic Distribution · ICBP-5 Coverage Relationship · ICBP-6 KUA Performance Cluster. Halaman Profil Calon Pengantin adalah tambahan portal, bukan dimensi ketujuh.
- Peristiwa nikah
- Satu akad nikah yang tercatat di SIMKAH. Menjadi penyebut seluruh perhitungan cakupan. Nasional Semester I Tahun 2026: 738.602 peristiwa.
- Daftar nikah
- Jumlah pendaftaran rencana nikah di SIMKAH — nasional 813.634. Bukan penyebut Coverage Rate, karena tidak semua pendaftaran berlanjut menjadi akad. Ditampilkan sebagai konteks saja.
- Coverage Rate
- Persentase peristiwa nikah yang calon pengantin (suami)-nya telah tercatat mengikuti BIMWIN. Nasional 54,4553 %.
- Coverage Gap
- Jumlah peristiwa nikah yang belum terlayani — sebuah jumlah, bukan persen. Nasional 336.394 pasangan.
- Gap Rate
- Coverage Gap dinyatakan dalam persen; nasional 45,5447 %. Selalu berlaku Coverage Rate ditambah Gap Rate sama dengan seratus persen.
- Target nasional
- 90,0 % untuk tahun 2026. Capaian nasional masih berjarak 35,54 p.p. dari target tersebut.
- Kelas kinerja
- Lima tingkat Excellent, High, Moderate, Low, dan Very Low berdasarkan rentang Coverage Rate. Dihitung, tidak pernah ditetapkan manual. Warnanya dipakai hanya untuk encoding data, tidak untuk dekorasi.
- Kuadran
- Penempatan provinsi pada matriks volume pernikahan terhadap Coverage Rate, dengan batas median nasional: Leading, Efficient, Developing, dan Priority Provinces.
- Klaster KUA
- Pengelompokan KUA menurut Coverage Rate dan arah tren: A Leading, B Growing, C Stable, dan D Priority Improvement. Jalur transformasinya Priority → Stable → Growing → Leading.
- Blank spot
- KUA yang mencatat peristiwa nikah tetapi nol peserta BIMWIN sepanjang semester — bukan "cakupan rendah", melainkan cakupan nol. Nasional 1.643 KUA, mencakup 142.132 peristiwa nikah.
- Ambang peringkat
- Volume minimum agar sebuah wilayah boleh diberi peringkat — 1.000 peristiwa nikah. Di bawah ambang, wilayah tetap ditampilkan tetapi tanpa nomor peringkat dan tidak masuk perhitungan median maupun korelasi.
- Data belum tersedia
- Status resmi untuk wilayah yang tidak terdapat pada berkas sumber. Berbeda dari 0 %, yang berarti ada pernikahan tetapi tidak ada layanan. Berlaku untuk 3 provinsi.
Istilah statistik
11 istilah
- Korelasi Pearson (r)
- Ukuran seberapa serentak dua besaran bergerak, dari −1 sampai +1: +1 selalu naik bersama, 0 tidak berhubungan, −1 berlawanan. Nilai ICBP 0,1932 — arah positif dengan kekuatan sangat lemah.
- R-squared (R²)
- Berapa besar naik-turunnya cakupan yang dapat dijelaskan oleh besaran pembanding. Nilai ICBP 0,0373 — volume pernikahan hanya menjelaskan sekitar 3,7 % variasi cakupan antarprovinsi; sisanya ditentukan faktor lain, dan di situlah ruang kerja kebijakan.
- Slope (kemiringan)
- Perubahan cakupan setiap kali pembandingnya naik satu satuan. Nilai ICBP setara 0,12 p.p. untuk setiap tambahan 1.000 peristiwa nikah — praktis dapat diabaikan.
- Intercept (titik potong)
- Nilai dugaan cakupan ketika pembandingnya nol — titik awal garis, bukan ramalan wilayah nyata. Nilai ICBP 44,65 %.
- Satuan analisis
- Tingkat data yang dipakai menghitung statistik; nilainya berubah drastis mengikuti satuan, sehingga wajib disebutkan. Provinsi layak peringkat 0,1932 · seluruh provinsi 0,1155 · tingkat KUA 0,0556.
- Median
- Nilai tengah setelah data diurutkan: separuh di bawah, separuh di atas. Tidak terseret nilai ekstrem, berbeda dengan rata-rata. Dipakai ICBP sebagai batas sumbu kuadran — median coverage provinsi 39,38 %, median volume 10.453.
- Rata-rata tertimbang
- Rata-rata yang memperhitungkan besar-kecilnya tiap bagian, dihitung dengan menjumlahkan pembilang dan penyebut. Metode agregasi resmi ICBP di seluruh jenjang.
- Rata-rata sederhana
- Semua bagian dianggap sama besar. Tidak dipakai untuk cakupan ICBP. Bila diterapkan pada 35 provinsi, hasilnya 49,81 % — meleset 4,65 p.p. dari angka nasional yang benar.
- Outlier (pencilan)
- Titik data yang menyimpang jauh dari pola umum. Bukan otomatis salah — di ICBP justru paling informatif: outlier positif menjadi sumber praktik baik, outlier negatif menjadi prioritas intervensi.
- Artefak statistik
- Angka yang secara aritmetika benar tetapi tidak bermakna karena penyebutnya terlalu kecil. Contoh: Papua Barat Daya dengan 2 peristiwa nikah menghasilkan cakupan 100,00 %. Ditangani dengan ambang peringkat.
- Korelasi bukan sebab-akibat
- Hubungan statistik antara dua besaran tidak membuktikan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Rendahnya korelasi pada ICBP-5 menunjukkan volume pernikahan bukan penjelas capaian cakupan — bukan bahwa faktor lain sudah terbukti sebagai penyebabnya.
Satuan dan konvensi penulisan
8 istilah
- 1 peristiwa nikah = 1 pasangan = 2 orang
- Satuan dasar seluruh perhitungan ICBP. Penyebut Coverage Rate bersatuan pasangan; pembilangnya bersatuan orang, yaitu suami — tepat satu orang per peristiwa nikah.
- Persen (%)
- Dipakai untuk menyatakan nilai sebuah rasio, atau perubahan relatif terhadap nilai awalnya.
- Poin persentase (p.p.)
- Dipakai untuk menyatakan selisih antara dua nilai persen. Aturan praktisnya: bila dua angka yang dikurangkan sama-sama berakhiran persen, hasilnya selalu poin persentase. Contoh: 56,90 % dikurangi 43,43 % sama dengan 13,47 p.p., bukan 13,47 %.
- Format angka Indonesia
- Titik sebagai pemisah ribuan, koma sebagai pemisah desimal, spasi tipis sebelum tanda persen, dan minus tipografis untuk nilai negatif. Contoh: 738.602 · 54,46 % · −4,65 p.p.
- Empat desimal
- Dipakai hanya untuk angka kunci pada halaman metodologi, misalnya 54,4553 %. Pada kartu ringkas dan tabel, seluruh persentase ditulis dua desimal.
- Rasio
- Ditulis dengan tanda kali, misalnya rasio beban KUA kota terhadap KUA kabupaten 1,66×.
- Kode BPS
- Kode wilayah administratif baku terbitan Badan Pusat Statistik; kunci utama seluruh tabel wilayah, karena nama dapat berubah ejaan sedangkan kode stabil. Selalu disimpan sebagai teks agar angka nol di depan tidak hilang.
- Choropleth
- Peta yang mewarnai wilayah menurut nilai datanya. Gelap-terangnya menyatakan tingkat, bukan jumlah — wilayah yang luas tidak berarti nilainya besar. Warna wilayah pada portal ini tidak pernah berasal dari nilai acak, selalu dari indikator.
11Privasi dan Perlindungan Data Pribadi
Portal ini hanya menampilkan data agregat
Tidak ada nama, nomor induk kependudukan, alamat, tanggal lahir, atau baris per-orang di mana pun — termasuk pada area internal dan termasuk pada data demografi, yang selalu berupa cacahan per kelompok.
- Sumbernya sudah agregat. Berkas ekspor SIMKAH yang diterima portal berisi satu baris per KUA, bukan satu baris per calon pengantin. Data pribadi tidak pernah masuk ke jalur pengolahan portal.
- Portal tidak mengumpulkan data sendiri. Tidak ada formulir pendaftaran, tidak ada pengiriman data dari pembaca, dan tidak ada pelacakan identitas pengunjung.
- Demografi berupa cacahan kelompok. Usia disajikan dalam sebelas kelompok, pendidikan dalam tujuh jenjang, dan pekerjaan dalam tujuh jenis — tanpa kemungkinan penelusuran balik ke individu.
- Tingkat KUA dibatasi. Tampilan agregat nasional hingga kabupaten/kota bersifat publik; penelusuran sampai tingkat KUA hanya dapat diakses melalui jalur internal yang memerlukan otentikasi.
Nama wilayah pada portal ini adalah nama administratif resmi, bukan data pribadi. Menyebut provinsi, kabupaten/kota, dan KUA secara terbuka justru diperlukan agar praktik baik dapat direplikasi dan prioritas intervensi dapat ditetapkan.
Seluruh definisi, rumus, ambang, dan aturan pengelompokan pada halaman ini terbuka untuk diperiksa ulang. Angka yang tidak dapat direproduksi bukan angka yang layak dipakai sebagai dasar kebijakan.
Bila menemukan angka portal yang tidak konsisten satu sama lain, itu adalah cacat — bukan penafsiran. Seluruh angka berasal dari satu dataset dan tunduk pada uji invarian yang sama.
Angka pokok laporan terverifikasi tepat terhadap data mentah SIMKAH, dan kerangka analitis enam dimensinya kokoh. Portal digital dirancang agar setiap angka dijumlahkan dari satu dataset tunggal tingkat KUA, dengan uji invarian otomatis yang memastikan jumlahnya selalu klop di setiap tingkat.
Menelusuri lebih jauh
Setiap dimensi memuat catatan metodologisnya sendiri pada bagian penutup halaman. Untuk capaian nasional lihat Ringkasan Eksekutif; untuk perhitungan statistik hubungan lihat ICBP-5 Coverage Relationship; untuk kelompok KUA tanpa layanan lihat ICBP-4 Geographic Distribution.