Lompat ke konten utama

Executive Performance Report

Semester I Tahun 2026

Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)

DIMENSI 4|Geographic Distribution

Analisis Sebaran Geografis dan Aksesibilitas Layanan Bimbingan Perkawinan

Distribusi spasial layanan berdasarkan data SIMKAH tingkat KUA · Januari–Juni 2026

Bagaimana pola persebaran layanan Bimbingan Perkawinan di Indonesia, dan wilayah mana yang menunjukkan konsentrasi layanan maupun keterbatasan akses?

1Executive KPI

Kantor Urusan Agama

5.918KUA

Titik layanan yang melapor ke SIMKAH, tersebar di 499 kabupaten/kota pada 35 provinsi.

KUA Tanpa Layanan

1.643KUA

Mencatat peristiwa nikah tetapi nol peserta Bimbingan Perkawinan sepanjang semester — 27,76 % dari seluruh KUA.

Pernikahan Tak Terlayani

142.132pasangan

Peristiwa nikah yang tercatat di KUA tanpa layanan — 19,24 % seluruh pernikahan nasional.

Porsi Kesenjangan Nasional

42,25%

Dari kesenjangan nasional 336.394 pasangan, sebagian besar berasal dari kelompok KUA yang jumlahnya terbatas.

2Anatomi Jaringan Layanan Nasional

Tiga kondisi 5.918 Kantor Urusan Agama

Setiap KUA berada tepat pada satu kelompok; ketiganya menjumlah utuh menjadi seluruh jaringan layanan nasional.

KUA melayani4.216(71,2 %)

Mencatat sekurang-kurangnya satu calon pengantin (suami) yang mengikuti BIMWIN.

KUA tanpa layanan (blank spot)1.643(27,8 %)

Ada peristiwa nikah, tetapi tidak satu pun calon pengantin memperoleh layanan.

KUA tanpa peristiwa nikah59(1,0 %)

Tidak mencatat peristiwa nikah pada semester ini; cakupan tidak dapat dihitung.

Sebanyak 1.643 KUA — 27,76 % dari jaringan — menampung 142.132 peristiwa nikah yang sama sekali tidak tersentuh Bimbingan Perkawinan. Kesenjangan nasional karena itu bersifat terpusat, bukan tersebar merata.

Kontribusi terhadap kesenjangan

42,25%

Dari 336.394 pasangan yang belum memperoleh layanan, 142.132 berada di KUA yang belum menyelenggarakan BIMWIN sama sekali.

Jangkauan geografis blank spot

Provinsi terdampak34dari 35
Blank spot di KUA kabupaten1.444KUA
Blank spot di KUA kota199KUA
Rata-rata nikah tak terlayani86,5per KUA

3Peta Sebaran Cakupan Antarwilayah

Peringkat provinsi (ICBP-3)
Menyiapkan peta…

Konsentrasi beban per kantor

Rata-rata peristiwa nikah yang ditangani satu KUA. Rujukan nasional 124,8 pasangan per kantor.

  • DKI Jakarta

    44 KUA · cakupan 42,52 %

    423,5nikah/KUA
  • Jawa Barat

    626 KUA · cakupan 52,84 %

    241,4nikah/KUA
  • Banten

    155 KUA · cakupan 25,96 %

    209,4nikah/KUA
  • Jawa Tengah

    573 KUA · cakupan 63,72 %

    201,0nikah/KUA
  • Jawa Timur

    665 KUA · cakupan 75,06 %

    187,7nikah/KUA
  • Riau

    164 KUA · cakupan 39,26 %

    122,9nikah/KUA

Interpretasi spasial

Sebaran layanan belum merata. Konsentrasi permintaan tertinggi berada pada koridor perkotaan Jawa dan pusat pertumbuhan luar Jawa, sedangkan cakupan tertinggi justru dicapai wilayah dengan beban menengah. Kepadatan permintaan dan mutu cakupan tidak bergerak searah — pemerataan layanan karena itu merupakan persoalan penempatan kapasitas, bukan semata besarnya jumlah penduduk.

3 provinsi Papua belum melaporData belum tersedia

4Blank Spot Layanan — Temuan Utama Dimensi Ini

Apa yang dimaksud blank spot layanan

Blank spot adalah Kantor Urusan Agama yang tercatat menyelenggarakan peristiwa nikah pada Semester I Tahun 2026, tetapi tidak melaporkan satu pun calon pengantin (suami) yang mengikuti Bimbingan Perkawinan. Berbeda dari wilayah tanpa data, kelompok ini memiliki permintaan yang terukur — hanya layanannya yang tidak hadir.

Mengapa temuan ini paling bernilai bagi kebijakan

  • Kesenjangan terpusat. 42,25 % kesenjangan nasional berasal dari 27,76 % kantor. Menaikkan cakupan nasional tidak menuntut perbaikan merata di 5.918 KUA sekaligus.
  • Sasaran yang dapat dinamai. Setiap blank spot berupa satu kantor dengan wilayah kerja dan volume pernikahan yang diketahui — bukan kategori statistik yang abstrak.
  • Dampak terbesar per satuan upaya. Menghadirkan layanan pertama pada kelompok ini menaikkan cakupan nasional lebih cepat daripada peningkatan bertahap di kantor yang sudah melayani.
  • Mudah dipantau. Keberhasilan intervensi terbaca langsung sebagai berkurangnya jumlah blank spot pada periode berikutnya.

KUA blank spot

1.643dari 5.918

Pernikahan tak terlayani

142.132pasangan

Porsi kesenjangan nasional42,25 %
Porsi seluruh pernikahan19,24 %
Porsi seluruh KUA27,76 %
Provinsi terdampak34provinsi

Blank spot tidak sama dengan wilayah tanpa data. Wilayah tanpa data tidak melaporkan apa pun; blank spot melaporkan pernikahan namun nol layanan — kondisi yang justru dapat segera ditindaklanjuti.

5Sebaran Blank Spot Menurut Provinsi

34 provinsi memiliki KUA tanpa layanan

Diurutkan menurut jumlah peristiwa nikah yang tidak terlayani. Porsi provinsi dihitung terhadap seluruh pernikahan di provinsi bersangkutan.

Jumlah KUA tanpa layanan dan peristiwa nikah tak terlayani menurut provinsi
ProvinsiKUA blank / totalPorsi KUANikah tak terlayaniPorsi provinsiPorsi nasional
Sumatera Utara165 / 37244,4 %16.74246,8 %11,8 %
Sumatera Selatan123 / 23153,2 %12.07348,1 %8,5 %
Banten60 / 15538,7 %11.81336,4 %8,3 %
Jawa Tengah65 / 57311,3 %11.1299,7 %7,8 %
Lampung90 / 22540,0 %10.47642,7 %7,4 %
Nusa Tenggara Barat93 / 11680,2 %10.09177,2 %7,1 %
Jambi106 / 13280,3 %9.18879,0 %6,5 %
Jawa Barat37 / 6265,9 %7.5865,0 %5,3 %
Riau71 / 16443,3 %7.20535,7 %5,1 %
Jawa Timur32 / 6654,8 %6.7335,4 %4,7 %
Sulawesi Tengah92 / 16555,8 %4.35152,6 %3,1 %
Kalimantan Timur50 / 9652,1 %4.32741,4 %3,0 %
Sulawesi Tenggara111 / 20155,2 %4.09952,7 %2,9 %
Bengkulu72 / 12856,3 %4.01860,8 %2,8 %
D.I. Yogyakarta37 / 7847,4 %3.42840,8 %2,4 %
Kalimantan Selatan44 / 15129,1 %3.04524,5 %2,1 %
Kalimantan Barat47 / 16428,7 %2.52321,0 %1,8 %
Sulawesi Selatan27 / 2839,5 %1.9878,5 %1,4 %
Maluku Utara67 / 10762,6 %1.93461,5 %1,4 %
Kepulauan Riau12 / 6618,2 %1.64629,3 %1,2 %
Kalimantan Tengah39 / 12232,0 %1.54821,0 %1,1 %
Kepulauan Bangka Belitung18 / 4738,3 %1.34332,6 %0,9 %
Maluku50 / 8062,5 %1.13247,5 %0,8 %
Papua15 / 2951,7 %71142,6 %0,5 %
Sulawesi Utara17 / 7821,8 %70423,9 %0,5 %
Nusa Tenggara Timur56 / 11050,9 %64951,7 %0,5 %
Sulawesi Barat14 / 6322,2 %53414,8 %0,4 %
Gorontalo6 / 708,6 %51410,1 %0,4 %
Aceh6 / 2792,2 %1841,1 %0,1 %
DKI Jakarta2 / 444,5 %1740,9 %0,1 %
Kalimantan Utara5 / 3514,3 %855,7 %0,1 %
Bali3 / 358,6 %805,1 %0,1 %
Papua Barat10 / 5318,9 %757,6 %0,1 %
Sumatera Barat1 / 1740,6 %50,0 %0,0 %

6Daftar Prioritas Intervensi Nasional

Unduh daftar lengkap untuk ditindaklanjuti

Berkas CSV berisi seluruh 1.643 KUA tanpa layanan — nama KUA, kabupaten/kota, provinsi, dan jumlah pernikahan yang belum terlayani. Siap dilampirkan pada nota dinas ke Kanwil.

Empat puluh KUA blank spot dengan volume pernikahan terbesar

Menjangkau kelompok ini saja setara dengan 17.205 pasangan yang kini sama sekali belum memperoleh layanan.

40 teratas dari 1.643 KUA
Empat puluh KUA tanpa layanan dengan jumlah peristiwa nikah terbesar
#Kantor Urusan AgamaKabupaten / KotaProvinsiTipeNikah tak terlayani
1KUA Medan MarelanKota MedanSumatera UtaraKota1.341
2KUA SagulungKota BatamKepulauan RiauKota1.016
3KUA SerangKota SerangBantenKota596
4KUA LosariKab. BrebesJawa TengahKabupaten593
5KUA LaranganKab. BrebesJawa TengahKabupaten573
6KUA MuncarKab. BanyuwangiJawa TimurKabupaten530
7KUA Medan TembungKota MedanSumatera UtaraKota454
8KUA Seberang Ulu SatuKota PalembangSumatera SelatanKota449
9KUA Talang KelapaKab. BanyuasinSumatera SelatanKabupaten444
10KUA RumpinKab. BogorJawa BaratKabupaten444
11KUA TambaksariKota SurabayaJawa TimurKota436
12KUA Kota BaruKota JambiJambiKota410
13KUA RandudongkalKab. PemalangJawa TengahKabupaten406
14KUA Lima PuluhKab. Batu BaraSumatera UtaraKabupaten394
15KUA Jambi SelatanKota JambiJambiKota393
16KUA Medan AmplasKota MedanSumatera UtaraKota388
17KUA CiseengKab. BogorJawa BaratKabupaten386
18KUA MedansatriaKota BekasiJawa BaratKota386
19KUA JasingaKab. BogorJawa BaratKabupaten384
20KUA KarawaciKota TangerangBantenKota380
21KUA NanggungKab. BogorJawa BaratKabupaten378
22KUA PinangKota TangerangBantenKota372
23KUA MojowarnoKab. JombangJawa TimurKabupaten363
24KUA PanyabunganKab. Mandailing NatalSumatera UtaraKabupaten360
25KUA SronoKab. BanyuwangiJawa TimurKabupaten352
26KUA Marpoyan DamaiKota PekanbaruRiauKota351
27KUA Terbanggi BesarKab. Lampung TengahLampungKabupaten351
28KUA PrayaKab. Lombok TengahNusa Tenggara BaratKabupaten342
29KUA Medan DenaiKota MedanSumatera UtaraKota341
30KUA Ilir Barat SatuKota PalembangSumatera SelatanKota341
31KUA PonggokKab. BlitarJawa TimurKabupaten338
32KUA KasemenKota SerangBantenKota337
33KUA SolearKab. TangerangBantenKabupaten333
34KUA KlapanunggalKab. BogorJawa BaratKabupaten330
35KUA WalantakaKota SerangBantenKota329
36KUA CiledugKota TangerangBantenKota319
37KUA DukuhturiKab. TegalJawa TengahKabupaten318
38KUA Medan DeliKota MedanSumatera UtaraKota316
39KUA SawahanKota SurabayaJawa TimurKota316
40KUA BantarbolangKab. PemalangJawa TengahKabupaten315
Sisa 1.603 KUA blank spot menampung 124.927 peristiwa nikah lainnya — berekor panjang dan tersebar, sehingga penanganannya lebih tepat melalui penguatan kapasitas di tingkat kabupaten/kota daripada penugasan satu per satu.

6bResolusi Kecamatan

Unduh CSV kecamatan

Kode KUA memuat kode kecamatan pada enam digit pertamanya, sehingga sebaran layanan dapat dipetakan 5.917 kecamatan — dua belas kali lebih rinci daripada 499 kabupaten/kota, tanpa memerlukan data tambahan apa pun. Batas wilayahnya sudah tersedia di ref.kecamatan.

Kecamatan terwakili

5.917kecamatan

Rata-rata 1,00 KUA per kecamatan.

Kecamatan layak peringkat

4.112dari 5.917

Minimal 50 peristiwa nikah agar persentasenya stabil.

Kecamatan tanpa layanan

1.643kecamatan

Seluruh KUA di kecamatan tersebut nol peserta BIMWIN.

Kecamatan cakupan penuh

1.419kecamatan

Mencapai 90 % atau lebih — setara target nasional.

Kecamatan dengan pernikahan tak terlayani terbanyak

Titik intervensi paling rinci yang dapat dihasilkan data ini.

KecamatanKabupaten / KotaNikahTak terlayani
Medan MarelanKota Medan1.3411.341
SagulungKota Batam1.0161.016
Percut Sei TuanKab. Deli Serdang1.095836
Tambun SelatanKab. Bekasi1.023780
TamanKab. Pemalang753751
PemalangKab. Pemalang802732
LembangKab. Bandung Barat747709
CakungKota Jakarta Timur895706
PetarukanKab. Pemalang647613
Tanjung PriokKota Jakarta Utara680597
SerangKota Serang596596
LosariKab. Brebes593593
Kebayoran LamaKota Jakarta Selatan591590
LaranganKab. Brebes573573
MargasariKab. Tegal572567

Kecamatan bervolume besar dengan cakupan tertinggi

Contoh penyelenggaraan pada wilayah berbeban tinggi.

KecamatanKabupaten / KotaNikahCoverage
MranggenKab. Demak565100,00 %
WanasariKab. Brebes577100,00 %
SampangKab. Sampang532100,00 %
KarangpawitanKab. Garut585100,00 %
Sungai RayaKab. Kubu Raya542100,00 %
Koto TangahKota Padang597100,00 %
MajenangKab. Cilacap519100,00 %
BulakambaKab. Brebes75099,73 %
BabelanKab. Bekasi59199,66 %
MalangbongKab. Garut57299,30 %
Bekasi BaratKota Bekasi61698,38 %
KenjeranKota Surabaya52998,30 %
Bogor BaratKota Bogor55798,20 %
SukaramiKota Palembang51098,04 %
GunungputriKab. Bogor62096,77 %

7Sebaran KUA Menurut Kelas Kinerja

Distribusi 5.918 KUA

Kelas dihitung dari cakupan masing-masing kantor, bukan ditetapkan manual.

Excellent 85–100 %2.178 (36,8 %)
High 70–84 %458 (7,7 %)
Moderate 55–69 %356 (6,0 %)
Low 40–54 %311 (5,3 %)
Very Low < 40 %2.615 (44,2 %)

Sebaran berbentuk dua kutub: kelompok kantor yang hampir sepenuhnya melayani dan kelompok yang nyaris tidak melayani, dengan lapisan tengah yang tipis. Pembinaan yang seragam untuk seluruh KUA karena itu tidak akan efektif.

Jumlah KUA dan peristiwa nikah menurut kelas kinerja
Kelas kinerjaJumlah KUAPorsi KUAPeristiwa nikahPorsi nikah
ExcellentCakupan sangat tinggi, kinerja pelayanan sangat baik.2.17836,8 %263.41835,7 %
HighCakupan tinggi, kinerja pelayanan baik.4587,7 %67.1349,1 %
ModerateCakupan sedang, masih perlu penguatan.3566,0 %57.3977,8 %
LowCakupan rendah, memerlukan intervensi.3115,3 %53.3607,2 %
Very LowCakupan sangat rendah, memerlukan prioritas tinggi.2.61544,2 %297.29340,3 %
Nasional5.918100,0 %738.602100,0 %
Kelas Very Low mencakup seluruh 1.643 blank spot dan 59 KUA yang tidak mencatat peristiwa nikah. Sebaliknya, kelas Excellent memuat 713 KUA dengan cakupan melebihi 100 % (kelebihan 4.852 peserta) yang ditandai secara terbuka, bukan dihapus.

8Sebaran Menurut Tipe Wilayah

KUA Kabupaten

5.220 KUA di 401 wilayah

Coverage Rate

56,90 %
Peristiwa nikah604.597pasangan
Mengikuti BIMWIN344.006calon pengantin
Beban per KUA115,8nikah
Peserta per KUA65,9orang
KUA tanpa layanan1.444 (27,7 %)
Nikah tak terlayani110.983pasangan

Sebaran kelas kinerja KUA

Excellent
1.980
High
393
Moderate
316
Low
267
Very Low
2.264

KUA Kota

698 KUA di 98 wilayah

Coverage Rate

43,43 %
Peristiwa nikah134.005pasangan
Mengikuti BIMWIN58.202calon pengantin
Beban per KUA192,0nikah
Peserta per KUA83,4orang
KUA tanpa layanan199 (28,5 %)
Nikah tak terlayani31.149pasangan

Sebaran kelas kinerja KUA

Excellent
198
High
65
Moderate
40
Low
44
Very Low
351

Selisih struktural

Klasifikasi mengikuti aturan BPS: dua digit terakhir kode kabupaten/kota bernilai 71 atau lebih dihitung sebagai Kota.

Selisih cakupan

13,47 p.p.

Rasio beban kota terhadap kabupaten

1,66×

KUA Kota menangani 192,0 peristiwa nikah per kantor — 1,66 kali beban KUA Kabupaten — namun mencatat cakupan 13,47 p.p. lebih rendah. Kepadatan permintaan perkotaan adalah titik intervensi prioritas.

9Kerangka Aksesibilitas Layanan

Service Accessibility Network

KUA berperan sebagai regulator, pembina, dan penjamin mutu; empat simpul penyelenggara menjadi perpanjangan tangan layanan hingga lima sasaran wilayah.

Simpul penyelenggara

Fasilitator BIMWIN

Penyelenggara utama materi bimbingan, bersertifikat.

Penyuluh Agama

Perpanjangan layanan hingga tingkat kecamatan dan desa.

Mitra Pemerintah Daerah

Dukungan pembiayaan, tempat, dan koordinasi lintas sektor.

Organisasi Kemasyarakatan

Menjangkau komunitas yang sulit dijangkau layanan kantor.

KUA

Pusat layanan Bimbingan Perkawinan — 5.918 kantor di 499 kabupaten/kota.

Sasaran wilayah

Wilayah Perkotaan

698 KUA · 192,0 nikah per kantor

Wilayah Perdesaan

5.220 KUA · 115,8 nikah per kantor

Wilayah Kepulauan

Klasifikasi belum tersedia pada data SIMKAH

Wilayah Terpencil

Klasifikasi belum tersedia pada data SIMKAH

Calon Pengantin

738.602 pasangan sebagai sasaran akhir layanan

Empat tingkat akses layanan

Kerangka akses bersifat kualitatif. Angka pendamping di bawah adalah padanan indikatif terhadap kelas kinerja KUA pada data SIMKAH — bukan klasifikasi geografis resmi.

Akses Kuat

Strong Access

Layanan tersedia luas dan mudah dijangkau; penyelenggaraan berjalan rutin.

2.636KUA · 44,5 %

Padanan data: KUA kelas Excellent dan High

Akses Menengah

Moderate Access

Layanan tersedia namun belum menjangkau seluruh calon pengantin; kapasitas perlu diperkuat.

356KUA · 6,0 %

Padanan data: KUA kelas Moderate

Akses Terbatas

Limited Access

Layanan berjalan tetapi hanya menjangkau sebagian kecil calon pengantin; memerlukan strategi khusus.

1.224KUA · 20,7 %

Padanan data: KUA kelas Low dan Very Low yang masih melayani

Prioritas Ekspansi

Expansion Priority

Belum ada penyelenggaraan sama sekali meski permintaan terukur; fokus utama pemerataan nasional.

1.643KUA · 27,8 %

Padanan data: KUA blank spot

Sisa 59 KUA tidak mencatat peristiwa nikah pada semester ini sehingga tingkat aksesnya tidak dapat dinilai — statusnya “Data belum tersedia”, bukan 0 %.

10Peta Jalan Ekspansi Nasional

Langkah 1

Identifikasi Wilayah Prioritas

Menetapkan sasaran dari daftar KUA tanpa layanan dan wilayah dengan cakupan terendah.

Ukuran: daftar prioritas nasional tersusun dan diperbarui tiap semester.

Langkah 2

Penguatan Kapasitas KUA

Melengkapi kantor sasaran dengan sumber daya, jadwal, dan dukungan penyelenggaraan.

Ukuran: KUA sasaran menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu angkatan BIMWIN.

Langkah 3

Perluasan Kemitraan Daerah

Menggandeng pemerintah daerah, masjid, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan.

Ukuran: bertambahnya titik layanan di luar kantor KUA.

Langkah 4

Penambahan Fasilitator BIMWIN

Menempatkan fasilitator bersertifikat secara proporsional terhadap beban wilayah.

Ukuran: rasio fasilitator terhadap peristiwa nikah membaik di wilayah prioritas.

Langkah 5

Monitoring Pemerataan melalui SIMKAH

Memantau berkurangnya blank spot dan menyempitnya jarak capaian antarwilayah.

Ukuran: jumlah KUA tanpa layanan menurun pada periode berikutnya.

11Implikasi Kebijakan

Prioritaskan ekspansi layanan pada 1.643 KUA tanpa layanan. Kelompok ini menyumbang 42,25 % kesenjangan nasional dan merupakan sasaran paling jelas untuk ditangani lebih dahulu.

Perkuat KUA Kota sebagai pusat layanan keluarga. Beban 1,66 kali lipat per kantor belum diimbangi kapasitas penyelenggaraan yang setara.

Bangun kemitraan daerah pada provinsi dengan konsentrasi blank spot tertinggi agar titik layanan bertambah tanpa harus membangun infrastruktur baru.

Jadikan berkurangnya jumlah blank spot sebagai indikator pemerataan resmi yang dipantau berkala melalui dashboard SIMKAH.

Arah Pemerataan Layanan Nasional

Pemerataan layanan Bimbingan Perkawinan menuntut pergeseran dari peningkatan menyeluruh menuju penargetan yang tepat. Dengan 42,25 % kesenjangan nasional terkonsentrasi pada 27,76 % kantor, kebijakan yang paling berdampak adalah menghadirkan layanan pertama di wilayah yang belum tersentuh — melalui penguatan kapasitas KUA, penambahan dan pemerataan fasilitator BIMWIN, serta kemitraan dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Kemajuannya wajib dipantau sebagai indikator pemerataan, bukan sekadar sebagai rata-rata nasional.
Pemerataan layanan Bimbingan Perkawinan bukan hanya tentang meningkatkan jumlah peserta, tetapi memastikan setiap calon pengantin, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan yang berkualitas.
Laporan ICBP Semester I 2026 — ICBP-4 Geographic Distribution

Catatan data

Sebanyak 35 provinsi melapor ke SIMKAH pada periode ini; Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan belum terwakili dan ditampilkan sebagai “Data belum tersedia”. KUA dengan cakupan melebihi 100 % (713 kantor) ditandai dan tidak dihapus. Rincian perlakuan anomali tersedia pada Metodologi & catatan data.

Sumber Data

Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah

Semester I Tahun 2026

ICBP Executive Performance Report

ICBP-4 · Geographic Distribution

Metodologi & catatan data