Lompat ke konten utama

Executive Performance Report

Semester I Tahun 2026

Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)

DIMENSI 6|KUA Performance Cluster

Lanskap Kinerja dan Pengelompokan KUA Nasional

Segmentasi kinerja 5.918 KUA berdasarkan karakteristik penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan · Januari–Juni 2026

Peta blank spot

Bagaimana KUA di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik kinerjanya, agar pembinaan berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran?

1Executive KPI

KUA Dianalisis

5.918kantor

Seluruh KUA yang melapor ke SIMKAH pada Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni 2026), tersebar di 499 kabupaten/kota dan 35 provinsi.

Coverage nasional

54,5 %

Leading KUA

2.636KUA

Kelompok KUA dengan kinerja tertinggi dan konsisten unggul.

Porsi dari seluruh KUA

44,5 %

Growing KUA

291KUA

KUA dengan potensi tinggi dan tren peningkatan kinerja positif.

Porsi dari seluruh KUA

4,9 %

Stable KUA

376KUA

KUA dengan kinerja relatif stabil namun masih ada ruang optimalisasi.

Porsi dari seluruh KUA

6,4 %

Priority Improvement

2.615KUA

KUA dengan coverage rendah dan memerlukan pendampingan intensif.

Porsi dari seluruh KUA

44,2 %

2Apa Itu KUA Performance Cluster

Definisi

KUA Performance Cluster adalah pendekatan analitis untuk mengelompokkan Kantor Urusan Agama berdasarkan kesamaan karakteristik kinerja penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan. Pengelompokan dilakukan untuk memahami variasi kapasitas layanan sekaligus mendukung penyusunan strategi pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Alih-alih memperlakukan seluruh satuan kerja secara seragam, analisis ini mengidentifikasi kelompok-kelompok KUA dengan karakteristik sejenis, sehingga strategi pembinaan, penguatan kapasitas, dan alokasi dukungan dapat dirancang secara lebih efektif, efisien, dan berbasis bukti.

Satu KUA hanya menempati satu klaster. Tidak ada KUA yang dikeluarkan dari analisis — termasuk 59 KUA yang tidak mencatat peristiwa nikah sepanjang semester.

Pembinaan Tepat Sasaran

Setiap kelompok KUA memiliki kebutuhan pembinaan yang berbeda.

Analisis Berbasis Data

Pengelompokan disusun dari karakteristik kinerja, bukan persepsi.

Efisiensi Kebijakan

Intervensi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok.

Peningkatan Berkelanjutan

Mendorong peningkatan mutu layanan secara bertahap dan terukur.

Kerangka analitis

Lima langkah dari data mentah SIMKAH sampai keputusan pembinaan. Setiap langkah dapat ditelusuri kembali ke berkas sumber yang sama.

  1. 1

    Data SIMKAH

    Ekspor tingkat KUA: peristiwa nikah, peserta Bimbingan Perkawinan, dan seri bulanan Januari–Juni.

  2. 2

    Performance Indicators

    Coverage Rate tiap KUA dan arah tren antar-triwulan dihitung dari satu sumber yang sama.

  3. 3

    Cluster Analysis

    Setiap KUA ditempatkan pada tepat satu klaster memakai ambang tetap yang diumumkan terbuka.

  4. 4

    Institutional Classification

    Empat kelompok kelembagaan: Leading, Growing, Stable, dan Priority Improvement.

  5. 5

    Policy Development

    Strategi pembinaan, alokasi sumber daya, dan monitoring disusun per klaster.

3Profil Empat Klaster Kinerja

Leading KUA

Klaster A

2.636KUA

44,5 %

44,5 %

Kelompok KUA dengan kinerja tertinggi dan konsisten unggul.

Coverage klaster

94,58 %

Peristiwa nikah

330.552

Target tercapai

Karakteristik utama

  • Coverage sangat tinggi
  • Tata kelola sangat baik
  • Kapasitas SDM kuat
  • Inovasi dan praktik baik berjalan

Fokus pembinaan

Penguatan inovasi dan replikasi praktik baik ke KUA lainnya.

Growing KUA

Klaster B

291KUA

4,9 %

4,9 %

KUA dengan potensi tinggi dan tren peningkatan kinerja positif.

Coverage klaster

54,71 %

Peristiwa nikah

49.666

Karakteristik utama

  • Tren peningkatan positif
  • Potensi dan komitmen tinggi
  • Kapasitas sedang berkembang
  • Perlu akselerasi program

Fokus pembinaan

Akselerasi kapasitas, pendampingan teknis, dan penguatan sistem.

Stable KUA

Klaster C

376KUA

6,4 %

6,4 %

KUA dengan kinerja relatif stabil namun masih ada ruang optimalisasi.

Coverage klaster

55,56 %

Peristiwa nikah

61.091

Karakteristik utama

  • Kinerja relatif stabil
  • Proses layanan berjalan baik
  • Efisiensi perlu ditingkatkan
  • Ruang peningkatan masih terbuka

Fokus pembinaan

Optimalisasi proses dan penguatan kualitas layanan.

Priority Improvement

Klaster D

2.615KUA

44,2 %

44,2 %

KUA dengan coverage rendah dan memerlukan pendampingan intensif.

Coverage klaster

9,57 %

Peristiwa nikah

297.293

Karakteristik utama

  • Coverage rendah
  • Kapasitas terbatas
  • Tantangan operasional tinggi
  • Perlu dukungan signifikan

Fokus pembinaan

Pendampingan intensif, penguatan SDM, dan dukungan sumber daya.

4Aturan Pengelompokan

Tabel keputusan — diperiksa berurutan dari atas ke bawah

Kondisi pertama yang terpenuhi menentukan klaster. Ambangnya tetap dan sama untuk seluruh 5.918 KUA, tanpa pengecualian wilayah.

UrutanKondisiKlaster
1

Tidak ada peristiwa nikah tercatat sepanjang semester

Coverage tidak dapat dihitung; KUA tetap masuk daftar pembinaan, tidak dibuang.

Priority Improvement
2

Ada peristiwa nikah, tetapi tidak satu pun calon pengantin dilayani (coverage 0 %)

Kelompok blank spot — prioritas intervensi tertinggi secara nasional.

Priority Improvement
3

Coverage ≥ 70 %

Nilai di atas 100 % dibatasi pada 100 % lebih dulu, sebelum diuji.

Leading KUA
4

Coverage < 40 %

Setara kelas kinerja Very Low pada dimensi ICBP-3.

Priority Improvement
5

Coverage 40–69 % dan tren triwulan (April–Juni dikurangi Januari–Maret) di atas 2,0 p.p.

Tren dihitung dari coverage tertimbang tiap triwulan, bukan rata-rata persentase bulanan.

Growing KUA
6

Coverage 40–69 % selain kondisi di atas

Termasuk KUA dengan tren datar maupun menurun.

Stable KUA

Coverage tiap KUA dibatasi pada 100 % sebelum diuji. Sebanyak 713 KUA mencatat peserta melebihi peristiwa nikah (4.852 orang) — tetap ditandai, tidak dihapus.

1.643 KUA tanpa layanan seluruhnya masuk klaster Priority Improvement — 62,8 % dari anggota klaster tersebut.

Tren triwulan memakai seri bulanan. Kolom Total dan jumlah enam bulan berbeda 10.638 peristiwa nikah — kolom Total tetap dipakai sebagai angka resmi semester.

5Lanskap Kinerja Nasional

Komposisi 5.918 KUA menurut klaster

Lebar tiap segmen sebanding dengan jumlah KUA

  • A · Leading KUA2.636(44,5 %)
  • B · Growing KUA291(4,9 %)
  • C · Stable KUA376(6,4 %)
  • D · Priority Improvement2.615(44,2 %)

Kontribusi tiap klaster terhadap capaian nasional

Coverage klaster dihitung ulang dari jumlah — peserta suami dibagi peristiwa nikah — bukan rata-rata persentase antar-KUA.

KlasterKUAPorsi KUAPeristiwa nikahPorsi nikahNikah per KUACalon pengantin (suami) terlayaniCoverage klasterKesenjanganPorsi kesenjangan
Leading KUA2.63644,5 %330.55244,8 %125,4312.65094,58 %17.9025,3 %
Growing KUA2914,9 %49.6666,7 %170,727.17154,71 %22.4956,7 %
Stable KUA3766,4 %61.0918,3 %162,533.94255,56 %27.1498,1 %
Priority Improvement2.61544,2 %297.29340,3 %113,728.4459,57 %268.84879,9 %
Nasional5.918100,0 %738.602100,0 %124,8402.20854,46 %336.394100,0 %

Lanskap terbelah, nyaris tanpa kelompok tengah

88,7 % KUA berada di dua kutub — Leading (2.636) dan Priority Improvement (2.615). Kelompok tengah, Growing dan Stable, hanya 667 KUA (11,3 %).

Selisih cakupan antar-kutub mencapai 85,02 p.p. — bukan gradasi, melainkan dua populasi berbeda.

Empat dari lima kesenjangan ada di satu klaster

Klaster Priority Improvement menampung 297.293 peristiwa nikah namun hanya melayani 28.445 calon pengantin (suami) — menyisakan 268.848 atau 79,9 % seluruh kesenjangan nasional.

Menaikkan klaster ini adalah jalur tercepat menuju target 90 %.

Beban kerja bukan penjelas kinerja

Rata-rata beban Leading KUA 125,4 nikah per kantor, Priority Improvement 113,7 — hampir sama. Namun cakupannya berbeda 9,9 kali lipat.

Yang membedakan adalah kapasitas penyelenggaraan, bukan besarnya permintaan.

6Sebaran Klaster per Provinsi

Kinerja provinsi ICBP-3

Terurut porsi Priority Improvement menurun — paling membutuhkan perhatian di atas

35 provinsi yang melapor ke SIMKAH. Provinsi hasil pemekaran Papua yang belum melapor berstatus “Data belum tersedia” dan tidak muncul pada tabel ini — bukan 0 %.

ProvinsiKUAA LeadingB GrowingC StableD PriorityPorsi DKomposisi
Nusa Tenggara Barat116100110590,5 %
Jambi13274311889,4 %
Maluku Utara10722128276,6 %
Kalimantan Timur9618247275,0 %
Maluku8016226075,0 %
Sulawesi Tengah1652521612273,9 %
Papua297202069,0 %
Bengkulu12829568868,8 %
Sumatera Selatan231633815768,0 %
Banten15526161010366,5 %
Nusa Tenggara Timur11025847366,4 %
Sulawesi Tenggara2015013912964,2 %
D.I. Yogyakarta7822434962,8 %
Sumatera Utara372114131223362,6 %
DKI Jakarta4411172556,8 %
Riau164541089256,1 %
Lampung22558281412555,6 %
Kepulauan Bangka Belitung4714622553,2 %
Kalimantan Tengah12253375948,4 %
Kalimantan Selatan151661176744,4 %
Papua BaratDi bawah ambang5325252139,6 %
Kalimantan Barat16493176338,4 %
Jawa Barat626248588024038,3 %
Kepulauan Riau6640032334,8 %
Sulawesi Barat6337322133,3 %
Jawa Tengah573308393918732,6 %
Sulawesi Utara7843282532,1 %
Kalimantan Utara3522031028,6 %
Bali352610822,9 %
Sulawesi Selatan2831934266021,2 %
Jawa Timur665472473511116,7 %
Gorontalo7051171115,7 %
Aceh2792187243010,8 %
Sumatera Barat1741692210,6 %
Papua Barat DayaDi bawah ambang110000,0 %
Provinsi bertanda “Di bawah ambang” mencatat kurang dari 1.000 peristiwa nikah sehingga persentasenya tidak stabil secara statistik dan tidak diberi peringkat nasional. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya.

Konsentrasi tertinggi klaster Priority Improvement ada di Nusa Tenggara Barat (90,5 % dari 116 KUA) dan Jambi (89,4 %). Keduanya memerlukan program pendampingan tingkat provinsi, bukan intervensi per kantor.

Di ujung lain, Sumatera Barat hanya menyisakan 0,6 % KUA pada klaster Priority Improvement dengan 97,1 % anggota berada di klaster Leading — bukti bahwa pemerataan dalam satu provinsi dapat dicapai.

7Targeted Development Strategy

Strategi pembinaan tepat sasaran untuk setiap kelompok kinerja KUA

Empat aspek pembinaan dibaca menurun; empat klaster dibaca menyamping. Angka pada kepala kolom berasal dari data SIMKAH tingkat KUA.

Matriks strategi pembinaan: empat aspek (karakteristik utama, tantangan utama, intervensi strategis, hasil yang diharapkan) untuk empat klaster kinerja KUA.
Aspek pembinaanHigh PerformingMaintain Excellence2.636 KUA · coverage 94,6 %GrowingAccelerate Capacity291 KUA · coverage 54,7 %StableImprove Effectiveness376 KUA · coverage 55,6 %Priority ImprovementIntensive Assistance2.615 KUA · coverage 9,6 %
Key CharacteristicsKarakteristik utama
  • Coverage tinggi konsisten
  • Manajemen sangat baik
  • SDM kompeten
  • Inovasi berkelanjutan
  • Jejaring kuat
  • Coverage meningkat signifikan
  • Semangat perbaikan tinggi
  • Potensi tumbuh
  • SDM berkembang
  • Inovasi mulai jalan
  • Kinerja stabil
  • Coverage cukup konsisten
  • Manajemen berjalan baik
  • SDM memadai
  • Jejaring cukup
  • Coverage rendah
  • Kinerja belum optimal
  • SDM terbatas
  • Manajemen perlu diperkuat
  • Jejaring lemah
Main ChallengeTantangan utama
  • Menjaga konsistensi
  • Mencegah penurunan
  • Menjadi role model
  • Konsistensi implementasi belum stabil
  • Kapasitas manajerial perlu diperkuat
  • Pemanfaatan data belum optimal
  • Pertumbuhan terbatas
  • Belum optimal berinovasi
  • Efisiensi perlu ditingkatkan
  • Keterbatasan kapasitas & kompetensi
  • Implementasi belum efektif
  • Pemanfaatan data sangat rendah
Strategic InterventionIntervensi strategis
  • Penguatan inovasi & digitalisasi
  • Replikasi praktik baik
  • Peran center of excellence
  • Monitoring berkala
  • Penguatan kapasitas SDM & manajemen
  • Pendampingan intensif & mentoring
  • Optimalisasi data
  • Penguatan inovasi
  • Optimalisasi proses
  • Inovasi sederhana berdampak
  • Peningkatan efisiensi
  • Pemanfaatan data
  • Pendampingan intensif
  • Penguatan SDM menyeluruh
  • Perbaikan manajemen dasar
  • Penguatan jejaring
  • Monitoring ketat
Expected OutcomeHasil yang diharapkan
  • Kinerja tetap unggul
  • Benchmark nasional
  • Kontribusi besar pada coverage nasional
  • Pertumbuhan cepat
  • Potensi jadi high performing
  • Kontribusi meningkat
  • Kinerja lebih efektif & efisien
  • Coverage naik bertahap
  • Kontribusi stabil
  • Peningkatan signifikan
  • Coverage naik nyata
  • Menjadi KUA mandiri

8Jalur Transformasi dan Policy Roadmap

Jalur transformasi kinerja kelembagaan

Priority Improvement → Stable → Growing → Leading KUA. Setiap tahap punya kebutuhan pembinaan yang berbeda; angka menunjukkan posisi KUA nasional saat ini.

  1. Tahap 1

    Priority Improvement

    2.615 KUA · 44,2 %

    • Coverage rendah
    • Kapasitas terbatas
    • Membutuhkan pendampingan intensif
  2. Tahap 2

    Stable KUA

    376 KUA · 6,4 %

    • Layanan berjalan konsisten
    • Masih terdapat ruang peningkatan efektivitas
  3. Tahap 3

    Growing KUA

    291 KUA · 4,9 %

    • Inovasi mulai berkembang
    • Cakupan terus meningkat
  4. Tahap 4

    Leading KUA

    2.636 KUA · 44,5 %

    • Coverage tinggi
    • Tata kelola unggul
    • Menjadi rujukan nasional

Transformasi berkelanjutan menuju kinerja kelembagaan unggul

Policy Roadmap

Lima langkah siklus pembinaan berbasis klaster — dari identifikasi sampai peningkatan kinerja yang terukur.

  1. 1

    Cluster Identification

    Mengelompokkan KUA berdasarkan karakteristik kinerja dan coverage.

  2. 2

    Capacity Assessment

    Menilai kapasitas dan kebutuhan spesifik setiap klaster.

  3. 3

    Targeted Intervention

    Merancang intervensi sesuai kebutuhan masing-masing klaster.

  4. 4

    Monitoring

    Memantau implementasi dan progres capaian secara berkelanjutan.

  5. 5

    Performance Improvement

    Mendorong peningkatan kinerja dan coverage secara berkelanjutan.

9Implikasi Kebijakan

Menaikkan klaster Priority Improvement dari 9,6 % menuju rata-rata nasional 54,5 % akan menutup bagian terbesar dari 336.394 kesenjangan nasional.

Klaster Leading — 2.636 KUA dengan coverage 94,6 % — adalah sumber praktik baik yang sudah terbukti di dalam negeri, bukan model yang perlu diimpor.

Kelompok tengah yang tipis (667 KUA) menunjukkan perpindahan antar-klaster jarang terjadi sendirinya. Pendampingan terjadwal diperlukan agar transformasi berjalan.

Arah Pembinaan Berbasis Klaster

Pembinaan yang efektif menuntut perlakuan yang berbeda menurut tingkat kematangan kelembagaan: penguatan inovasi dan replikasi bagi Leading KUA, akselerasi kapasitas bagi Growing KUA, optimalisasi proses bagi Stable KUA, serta pendampingan intensif dan penguatan sumber daya manusia bagi klaster Priority Improvement. Dengan pengelompokan ini, setiap KUA memperoleh strategi pengembangan yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat kematangannya — dan peningkatan Coverage Rate nasional menjadi hasil yang terencana, bukan kebetulan.
Pembinaan yang efektif bukan berarti memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh KUA, tetapi memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Laporan ICBP Semester I 2026 — ICBP-6, Executive Analysis

Catatan metodologi

Klaster dihitung dari data, tidak pernah ditetapkan manual. Coverage tiap KUA dibatasi pada 100 % hanya untuk keperluan pengelompokan; nilai mentahnya tetap disimpan dan ditampilkan pada Rapor Wilayah. Arah tren memakai seri bulanan, yang berselisih 10.638 peristiwa nikah dan 16.014 peserta terhadap kolom Total — rinciannya terbuka di Metodologi & catatan data.

Sumber Data

Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah

Semester I Tahun 2026

ICBP Executive Performance Report

ICBP-6 · KUA Performance Cluster

Metodologi & catatan data