Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Kab. Kepulauan Seribu
Rapor Wilayah — Kabupaten
Capaian layanan Bimbingan Perkawinan Semester I 2026 · 2 KUA
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin di Kab. Kepulauan Seribu, dan langkah apa yang paling berdampak untuk meningkatkannya?
1Capaian Wilayah
Peristiwa Nikah
65pasangan
0,01 % dari total nasional.
Mengikuti BIMWIN
48calon pengantin
Peserta istri 48.
Coverage Rate
73,85%
Perlu naik 16,15 p.p. untuk mencapai target 90 %.
Coverage Gap
17pasangan
26,15 % calon pengantin belum terlayani.
Berbanding nasional
+19,39p.p.
Rata-rata nasional 54,46 %
Rata-rata nikah per KUA
32,5pasangan
2 KUA di wilayah ini
Jarak ke target
16,15 p.p.
Target nasional 2026: 90 %
2Perkembangan Bulanan
Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Jun, bersamaan dengan cakupan terendah.
2bKeandalan Data dan Corong Pendaftaran
Kualitas pelaporan
Apa ini?64,08/ 100
Perlu perbaikan
- Kelengkapan
- 50,0
- Kewajaran
- 50,0
- Konsistensi
- 96,9
Angka cakupan wilayah ini belum layak dibandingkan dengan wilayah lain. Pembenahan pelaporan perlu didahulukan sebelum menyimpulkan kinerja layanan.
Dari pendaftaran ke Bimbingan Perkawinan
- Mendaftar nikah78100,0 % dari pendaftaran
Seluruh pendaftaran yang masuk ke SIMKAH.
- Melangsungkan akad6583,3 % dari pendaftaran
83,33 % dari pendaftaran berlanjut ke akad.
- Mengikuti BIMWIN4861,5 % dari pendaftaran
Calon pengantin (suami) yang tercatat mengikuti Bimbingan Perkawinan.
Coverage Rate terhadap peristiwa nikah
73,85 %
48 ÷ 65
Definisi resmi yang dipakai laporan dan seluruh halaman portal ini.
Coverage Rate terhadap pendaftaran
61,54 %
48 ÷ 78
Penyebut alternatif: seluruh calon pengantin yang sempat terjangkau sebelum akad.
3Rekomendasi Tindak Lanjut
Aktivasi KUA yang belum menyelenggarakan layanan
Prioritas tinggiSebagian KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester. Prioritaskan penugasan fasilitator, penjadwalan BIMWIN perdana, dan verifikasi status pelaporan ke SIMKAH.
Dasar: 1 dari 2 KUA belum melayani — mencakup 21 peristiwa nikah
Jarak menuju target nasional 90 %
Prioritas sedangSusun rencana bertahap dengan sasaran antara per semester agar jarak menuju target dapat ditutup secara terukur.
Dasar: Perlu naik 16,15 p.p. — setara 10 calon pengantin tambahan
Tren peningkatan pada paruh kedua semester
Prioritas rendahPertahankan momentum dan telusuri praktik yang mendorong perbaikan ini.
Dasar: Triwulan II 73,33 % berbanding triwulan I 61,11 % — naik 12,22 p.p.
4Sebaran Klaster KUA
1
50,0 % dari 2 KUA
0
0,0 % dari 2 KUA
0
0,0 % dari 2 KUA
1
50,0 % dari 2 KUA
5KUA yang Belum Menyelenggarakan Layanan
Unduh daftar (1 KUA)1 KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester — mencakup 21 pernikahan. Ini titik intervensi dengan dampak tercepat.
| Kantor Urusan Agama | Pernikahan tak terlayani |
|---|---|
| KUA Kepulauan Seribu Selatan. | 21 |
6Kantor Urusan Agama
| Kantor Urusan Agama | Coverage Rate | Peristiwa nikah | BIMWIN | Gap | Klaster |
|---|---|---|---|---|---|
| KUA Kepulauan Seribu Utara⚑ | 100,00 % | 44 | 48 | 0 | Leading KUA |
| KUA Kepulauan Seribu Selatan. | 0,00 % | 21 | 0 | 21 | Priority Improvement |
⚑ Menandai KUA dengan peserta BIMWIN melebihi jumlah peristiwa nikah. Nilai mentah dipertahankan; tampilan dibatasi 100 % — lihat catatan metodologi.
7Profil Calon Pengantin
Sebaran usia
- 15,6 %40+ th9,4 %
- 3,1 %35–39 th3,1 %
- 17,2 %30–34 th9,4 %
- 39,1 %25–29 th32,8 %
- 20,3 %21–24 th39,1 %
- 3,1 %20 th3,1 %
- 1,6 %19 th3,1 %
- 0,0 %18 th0,0 %
- 0,0 %17 th0,0 %
- 0,0 %16 th0,0 %
- 0,0 %15 th0,0 %
Kelompok di bawah 20 tahun — perkawinan usia anak
Perkawinan usia anak
Pengantin berusia di bawah 20 tahun.
Pengantin perempuan
2(3,13 %)
Pengantin laki-laki
1(1,56 %)
Karakteristik wilayah
- Jumlah KUA
- 2
- KUA tanpa layanan
- 1
- Pendaftaran nikah
- 78
Wilayah ini tidak diberi peringkat
Volume peristiwa nikah di wilayah ini berada di bawah ambang 1.000 sehingga persentase cakupannya tidak stabil secara statistik. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya, tetapi tidak diperingkat dan tidak disertakan dalam perhitungan korelasi nasional.