Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Kab. Ende
Rapor Wilayah — Kabupaten
Capaian layanan Bimbingan Perkawinan Semester I 2026 · 11 KUA
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin di Kab. Ende, dan langkah apa yang paling berdampak untuk meningkatkannya?
1Capaian Wilayah
Peristiwa Nikah
165pasangan
0,02 % dari total nasional.
Mengikuti BIMWIN
90calon pengantin
Peserta istri 88.
Coverage Rate
54,55%
Perlu naik 35,45 p.p. untuk mencapai target 90 %.
Coverage Gap
75pasangan
45,45 % calon pengantin belum terlayani.
Berbanding nasional
+0,09p.p.
Rata-rata nasional 54,46 %
Rata-rata nikah per KUA
15,0pasangan
11 KUA di wilayah ini
Jarak ke target
35,45 p.p.
Target nasional 2026: 90 %
2Perkembangan Bulanan
Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Mei, bersamaan dengan cakupan terendah.
2bKeandalan Data dan Corong Pendaftaran
Dari pendaftaran ke Bimbingan Perkawinan
- Mendaftar nikah174100,0 % dari pendaftaran
Seluruh pendaftaran yang masuk ke SIMKAH.
- Melangsungkan akad16594,8 % dari pendaftaran
94,83 % dari pendaftaran berlanjut ke akad.
- Mengikuti BIMWIN9051,7 % dari pendaftaran
Calon pengantin (suami) yang tercatat mengikuti Bimbingan Perkawinan.
Coverage Rate terhadap peristiwa nikah
54,55 %
90 ÷ 165
Definisi resmi yang dipakai laporan dan seluruh halaman portal ini.
Coverage Rate terhadap pendaftaran
51,72 %
90 ÷ 174
Penyebut alternatif: seluruh calon pengantin yang sempat terjangkau sebelum akad.
3Rekomendasi Tindak Lanjut
Aktivasi KUA yang belum menyelenggarakan layanan
Prioritas tinggiSebagian KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester. Prioritaskan penugasan fasilitator, penjadwalan BIMWIN perdana, dan verifikasi status pelaporan ke SIMKAH.
Dasar: 4 dari 11 KUA belum melayani — mencakup 49 peristiwa nikah
Jarak menuju target nasional 90 %
Prioritas sedangSusun rencana bertahap dengan sasaran antara per semester agar jarak menuju target dapat ditutup secara terukur.
Dasar: Perlu naik 35,45 p.p. — setara 58 calon pengantin tambahan
4Sebaran Klaster KUA
4
36,4 % dari 11 KUA
1
9,1 % dari 11 KUA
1
9,1 % dari 11 KUA
5
45,5 % dari 11 KUA
5KUA yang Belum Menyelenggarakan Layanan
Unduh daftar (4 KUA)4 KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester — mencakup 49 pernikahan. Ini titik intervensi dengan dampak tercepat.
| Kantor Urusan Agama | Pernikahan tak terlayani |
|---|---|
| KUA Ende Utara | 19 |
| KUA Pulau Ende | 17 |
| KUA Ndori | 12 |
| KUA Wewaria | 1 |
6Kantor Urusan Agama
| Kantor Urusan Agama | Coverage Rate | Peristiwa nikah | BIMWIN | Gap | Klaster |
|---|---|---|---|---|---|
| KUA Nangapanda | 73,68 % | 19 | 14 | 5 | Leading KUA |
| KUA Pulau Ende | 0,00 % | 17 | 0 | 17 | Priority Improvement |
| KUA Ende Utara | 0,00 % | 19 | 0 | 19 | Priority Improvement |
| KUA Ende Selatan⚑ | 100,00 % | 41 | 45 | 0 | Leading KUA |
| KUA Ndona | 57,14 % | 7 | 4 | 3 | Growing KUA |
| KUA Wewaria | 0,00 % | 1 | 0 | 1 | Priority Improvement |
| KUA Wolowaru | 40,00 % | 15 | 6 | 9 | Stable KUA |
| KUA Maurole | 100,00 % | 5 | 5 | 0 | Leading KUA |
| KUA Ndori | 0,00 % | 12 | 0 | 12 | Priority Improvement |
| KUA Ende Tengah | 25,00 % | 16 | 4 | 12 | Priority Improvement |
| KUA Ende Timur | 92,31 % | 13 | 12 | 1 | Leading KUA |
⚑ Menandai KUA dengan peserta BIMWIN melebihi jumlah peristiwa nikah. Nilai mentah dipertahankan; tampilan dibatasi 100 % — lihat catatan metodologi.
7Profil Calon Pengantin
Sebaran usia
- 6,8 %40+ th5,6 %
- 11,7 %35–39 th8,0 %
- 21,6 %30–34 th16,7 %
- 35,2 %25–29 th36,4 %
- 19,8 %21–24 th25,3 %
- 3,7 %20 th3,7 %
- 1,2 %19 th4,3 %
- 0,0 %18 th0,0 %
- 0,0 %17 th0,0 %
- 0,0 %16 th0,0 %
- 0,0 %15 th0,0 %
Kelompok di bawah 20 tahun — perkawinan usia anak
Perkawinan usia anak
Pengantin berusia di bawah 20 tahun.
Pengantin perempuan
7(4,32 %)
Pengantin laki-laki
2(1,23 %)
Karakteristik wilayah
- Jumlah KUA
- 11
- KUA tanpa layanan
- 4
- Pendaftaran nikah
- 174
Wilayah ini tidak diberi peringkat
Volume peristiwa nikah di wilayah ini berada di bawah ambang 1.000 sehingga persentase cakupannya tidak stabil secara statistik. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya, tetapi tidak diperingkat dan tidak disertakan dalam perhitungan korelasi nasional.