Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Kab. Manggarai Barat
Rapor Wilayah — Kabupaten
Capaian layanan Bimbingan Perkawinan Semester I 2026 · 7 KUA
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin di Kab. Manggarai Barat, dan langkah apa yang paling berdampak untuk meningkatkannya?
1Capaian Wilayah
Peristiwa Nikah
183pasangan
0,02 % dari total nasional.
Mengikuti BIMWIN
105calon pengantin
Peserta istri 103.
Coverage Rate
57,38%
Perlu naik 32,62 p.p. untuk mencapai target 90 %.
Coverage Gap
78pasangan
42,62 % calon pengantin belum terlayani.
Berbanding nasional
+2,92p.p.
Rata-rata nasional 54,46 %
Rata-rata nikah per KUA
26,1pasangan
7 KUA di wilayah ini
Jarak ke target
32,62 p.p.
Target nasional 2026: 90 %
2Perkembangan Bulanan
Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Jun, bersamaan dengan cakupan terendah.
2bKeandalan Data dan Corong Pendaftaran
Dari pendaftaran ke Bimbingan Perkawinan
- Mendaftar nikah200100,0 % dari pendaftaran
Seluruh pendaftaran yang masuk ke SIMKAH.
- Melangsungkan akad18391,5 % dari pendaftaran
91,50 % dari pendaftaran berlanjut ke akad.
- Mengikuti BIMWIN10552,5 % dari pendaftaran
Calon pengantin (suami) yang tercatat mengikuti Bimbingan Perkawinan.
Coverage Rate terhadap peristiwa nikah
57,38 %
105 ÷ 183
Definisi resmi yang dipakai laporan dan seluruh halaman portal ini.
Coverage Rate terhadap pendaftaran
52,50 %
105 ÷ 200
Penyebut alternatif: seluruh calon pengantin yang sempat terjangkau sebelum akad.
3Rekomendasi Tindak Lanjut
Aktivasi KUA yang belum menyelenggarakan layanan
Prioritas tinggiSebagian KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester. Prioritaskan penugasan fasilitator, penjadwalan BIMWIN perdana, dan verifikasi status pelaporan ke SIMKAH.
Dasar: 1 dari 7 KUA belum melayani — mencakup 7 peristiwa nikah
Jarak menuju target nasional 90 %
Prioritas sedangSusun rencana bertahap dengan sasaran antara per semester agar jarak menuju target dapat ditutup secara terukur.
Dasar: Perlu naik 32,62 p.p. — setara 60 calon pengantin tambahan
Tren peningkatan pada paruh kedua semester
Prioritas rendahPertahankan momentum dan telusuri praktik yang mendorong perbaikan ini.
Dasar: Triwulan II 55,45 % berbanding triwulan I 44,62 % — naik 10,84 p.p.
4Sebaran Klaster KUA
4
57,1 % dari 7 KUA
1
14,3 % dari 7 KUA
0
0,0 % dari 7 KUA
2
28,6 % dari 7 KUA
5KUA yang Belum Menyelenggarakan Layanan
Unduh daftar (1 KUA)1 KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester — mencakup 7 pernikahan. Ini titik intervensi dengan dampak tercepat.
| Kantor Urusan Agama | Pernikahan tak terlayani |
|---|---|
| KUA Lembor Selatan | 7 |
6Kantor Urusan Agama
| Kantor Urusan Agama | Coverage Rate | Peristiwa nikah | BIMWIN | Gap | Klaster |
|---|---|---|---|---|---|
| KUA Macang Pacar | 80,00 % | 5 | 4 | 1 | Leading KUA |
| KUA Lembor | 16,67 % | 18 | 3 | 15 | Priority Improvement |
| KUA Sano Nggoang | 100,00 % | 11 | 11 | 0 | Leading KUA |
| KUA Komodo | 51,40 % | 107 | 55 | 52 | Growing KUA |
| KUA Boleng | 91,67 % | 24 | 22 | 2 | Leading KUA |
| KUA Lembor Selatan | 0,00 % | 7 | 0 | 7 | Priority Improvement |
| KUA Mbeliling | 90,91 % | 11 | 10 | 1 | Leading KUA |
7Profil Calon Pengantin
Sebaran usia
- 6,9 %40+ th4,6 %
- 4,6 %35–39 th2,3 %
- 9,1 %30–34 th6,3 %
- 38,9 %25–29 th28,0 %
- 29,7 %21–24 th30,9 %
- 4,6 %20 th9,1 %
- 4,0 %19 th13,7 %
- 1,1 %18 th2,9 %
- 0,0 %17 th1,1 %
- 1,1 %16 th0,6 %
- 0,0 %15 th0,6 %
Kelompok di bawah 20 tahun — perkawinan usia anak
Perkawinan usia anak
Pengantin berusia di bawah 20 tahun.
Pengantin perempuan
33(18,86 %)
Pengantin laki-laki
11(6,29 %)
Karakteristik wilayah
- Jumlah KUA
- 7
- KUA tanpa layanan
- 1
- Pendaftaran nikah
- 200
Wilayah ini tidak diberi peringkat
Volume peristiwa nikah di wilayah ini berada di bawah ambang 1.000 sehingga persentase cakupannya tidak stabil secara statistik. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya, tetapi tidak diperingkat dan tidak disertakan dalam perhitungan korelasi nasional.