Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Kota Kupang
Rapor Wilayah — Kota
Capaian layanan Bimbingan Perkawinan Semester I 2026 · 4 KUA
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin di Kota Kupang, dan langkah apa yang paling berdampak untuk meningkatkannya?
1Capaian Wilayah
Peristiwa Nikah
116pasangan
0,02 % dari total nasional.
Mengikuti BIMWIN
23calon pengantin
Peserta istri 23.
Coverage Rate
19,83%
Perlu naik 70,17 p.p. untuk mencapai target 90 %.
Coverage Gap
93pasangan
80,17 % calon pengantin belum terlayani.
Berbanding nasional
−34,63p.p.
Rata-rata nasional 54,46 %
Rata-rata nikah per KUA
29,0pasangan
4 KUA di wilayah ini
Jarak ke target
70,17 p.p.
Target nasional 2026: 90 %
2Perkembangan Bulanan
Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Jun, bersamaan dengan cakupan terendah.
2bKeandalan Data dan Corong Pendaftaran
Dari pendaftaran ke Bimbingan Perkawinan
- Mendaftar nikah126100,0 % dari pendaftaran
Seluruh pendaftaran yang masuk ke SIMKAH.
- Melangsungkan akad11692,1 % dari pendaftaran
92,06 % dari pendaftaran berlanjut ke akad.
- Mengikuti BIMWIN2318,3 % dari pendaftaran
Calon pengantin (suami) yang tercatat mengikuti Bimbingan Perkawinan.
Coverage Rate terhadap peristiwa nikah
19,83 %
23 ÷ 116
Definisi resmi yang dipakai laporan dan seluruh halaman portal ini.
Coverage Rate terhadap pendaftaran
18,25 %
23 ÷ 126
Penyebut alternatif: seluruh calon pengantin yang sempat terjangkau sebelum akad.
3Rekomendasi Tindak Lanjut
Aktivasi KUA yang belum menyelenggarakan layanan
Prioritas tinggiSebagian KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester. Prioritaskan penugasan fasilitator, penjadwalan BIMWIN perdana, dan verifikasi status pelaporan ke SIMKAH.
Dasar: 2 dari 4 KUA belum melayani — mencakup 51 peristiwa nikah
Capaian di bawah rata-rata nasional
Prioritas tinggiFokuskan penguatan pada faktor yang dapat dikendalikan: kapasitas KUA, ketersediaan dan kompetensi fasilitator, intensitas penyelenggaraan, serta kemitraan daerah.
Dasar: 19,83 % berbanding rata-rata nasional 54,46 % — selisih 34,63 p.p.
Jarak menuju target nasional 90 %
Prioritas tinggiSusun rencana bertahap dengan sasaran antara per semester agar jarak menuju target dapat ditutup secara terukur.
Dasar: Perlu naik 70,17 p.p. — setara 81 calon pengantin tambahan
Cakupan menurun pada paruh kedua semester
Prioritas sedangPenurunan ini sering bertepatan dengan meningkatnya volume pernikahan. Tambahkan jadwal penyelenggaraan menjelang bulan puncak agar kapasitas tidak jenuh.
Dasar: Triwulan II 11,27 % berbanding triwulan I 33,33 % — turun 22,07 p.p.
4Sebaran Klaster KUA
0
0,0 % dari 4 KUA
0
0,0 % dari 4 KUA
1
25,0 % dari 4 KUA
3
75,0 % dari 4 KUA
5KUA yang Belum Menyelenggarakan Layanan
Unduh daftar (2 KUA)2 KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester — mencakup 51 pernikahan. Ini titik intervensi dengan dampak tercepat.
| Kantor Urusan Agama | Pernikahan tak terlayani |
|---|---|
| KUA Kelapa Lima | 42 |
| KUA Maulafa | 9 |
6Kantor Urusan Agama
| Kantor Urusan Agama | Coverage Rate | Peristiwa nikah | BIMWIN | Gap | Klaster |
|---|---|---|---|---|---|
| KUA Alak | 52,78 % | 36 | 19 | 17 | Stable KUA |
| KUA Maulafa | 0,00 % | 9 | 0 | 9 | Priority Improvement |
| KUA Kelapa Lima | 0,00 % | 42 | 0 | 42 | Priority Improvement |
| KUA Oebobo | 13,79 % | 29 | 4 | 25 | Priority Improvement |
7Profil Calon Pengantin
Sebaran usia
- 15,2 %40+ th9,8 %
- 8,0 %35–39 th9,8 %
- 24,1 %30–34 th15,2 %
- 37,5 %25–29 th39,3 %
- 13,4 %21–24 th20,5 %
- 0,9 %20 th1,8 %
- 0,9 %19 th1,8 %
- 0,0 %18 th0,9 %
- 0,0 %17 th0,0 %
- 0,0 %16 th0,0 %
- 0,0 %15 th0,9 %
Kelompok di bawah 20 tahun — perkawinan usia anak
Perkawinan usia anak
Pengantin berusia di bawah 20 tahun.
Pengantin perempuan
4(3,57 %)
Pengantin laki-laki
1(0,89 %)
Karakteristik wilayah
- Jumlah KUA
- 4
- KUA tanpa layanan
- 2
- Pendaftaran nikah
- 126
Wilayah ini tidak diberi peringkat
Volume peristiwa nikah di wilayah ini berada di bawah ambang 1.000 sehingga persentase cakupannya tidak stabil secara statistik. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya, tetapi tidak diperingkat dan tidak disertakan dalam perhitungan korelasi nasional.