Indeks Cakupan Bimbingan Perkawinan (ICBP)
Kab. Mahakam Ulu
Rapor Wilayah — Kabupaten
Capaian layanan Bimbingan Perkawinan Semester I 2026 · 4 KUA
Sejauh mana layanan Bimbingan Perkawinan menjangkau calon pengantin di Kab. Mahakam Ulu, dan langkah apa yang paling berdampak untuk meningkatkannya?
1Capaian Wilayah
Peristiwa Nikah
36pasangan
0,00 % dari total nasional.
Mengikuti BIMWIN
0calon pengantin
Peserta istri 0.
Coverage Rate
0,00%
Perlu naik 90,00 p.p. untuk mencapai target 90 %.
Coverage Gap
36pasangan
100,00 % calon pengantin belum terlayani.
Berbanding nasional
−54,46p.p.
Rata-rata nasional 54,46 %
Rata-rata nikah per KUA
9,0pasangan
4 KUA di wilayah ini
Jarak ke target
90,00 p.p.
Target nasional 2026: 90 %
2Perkembangan Bulanan
Batang = peristiwa nikah (sumbu kanan) · Garis = Coverage Rate (sumbu kiri). Beban tertinggi pada Jun, bersamaan dengan cakupan terendah.
2bKeandalan Data dan Corong Pendaftaran
Kualitas pelaporan
Apa ini?49,17/ 100
Buruk
- Kelengkapan
- 0,0
- Kewajaran
- 100,0
- Konsistensi
- 97,2
Angka cakupan wilayah ini belum layak dibandingkan dengan wilayah lain. Pembenahan pelaporan perlu didahulukan sebelum menyimpulkan kinerja layanan.
Dari pendaftaran ke Bimbingan Perkawinan
- Mendaftar nikah37100,0 % dari pendaftaran
Seluruh pendaftaran yang masuk ke SIMKAH.
- Melangsungkan akad3697,3 % dari pendaftaran
97,30 % dari pendaftaran berlanjut ke akad.
- Mengikuti BIMWIN00,0 % dari pendaftaran
Calon pengantin (suami) yang tercatat mengikuti Bimbingan Perkawinan.
Coverage Rate terhadap peristiwa nikah
0,00 %
0 ÷ 36
Definisi resmi yang dipakai laporan dan seluruh halaman portal ini.
Coverage Rate terhadap pendaftaran
0,00 %
0 ÷ 37
Penyebut alternatif: seluruh calon pengantin yang sempat terjangkau sebelum akad.
3Rekomendasi Tindak Lanjut
Aktivasi KUA yang belum menyelenggarakan layanan
Prioritas tinggiSebagian KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester. Prioritaskan penugasan fasilitator, penjadwalan BIMWIN perdana, dan verifikasi status pelaporan ke SIMKAH.
Dasar: 3 dari 4 KUA belum melayani — mencakup 36 peristiwa nikah
Capaian di bawah rata-rata nasional
Prioritas tinggiFokuskan penguatan pada faktor yang dapat dikendalikan: kapasitas KUA, ketersediaan dan kompetensi fasilitator, intensitas penyelenggaraan, serta kemitraan daerah.
Dasar: 0,00 % berbanding rata-rata nasional 54,46 % — selisih 54,46 p.p.
Jarak menuju target nasional 90 %
Prioritas tinggiSusun rencana bertahap dengan sasaran antara per semester agar jarak menuju target dapat ditutup secara terukur.
Dasar: Perlu naik 90,00 p.p. — setara 32 calon pengantin tambahan
4Sebaran Klaster KUA
0
0,0 % dari 4 KUA
0
0,0 % dari 4 KUA
0
0,0 % dari 4 KUA
4
100,0 % dari 4 KUA
5KUA yang Belum Menyelenggarakan Layanan
Unduh daftar (3 KUA)3 KUA di wilayah ini mencatat peristiwa nikah tetapi tidak memiliki satu pun peserta BIMWIN sepanjang semester — mencakup 36 pernikahan. Ini titik intervensi dengan dampak tercepat.
| Kantor Urusan Agama | Pernikahan tak terlayani |
|---|---|
| KUA Long Hubung | 29 |
| KUA Long Bagun | 6 |
| KUA Long Pahangai | 1 |
6Kantor Urusan Agama
| Kantor Urusan Agama | Coverage Rate | Peristiwa nikah | BIMWIN | Gap | Klaster |
|---|---|---|---|---|---|
| KUA Long Bagun | 0,00 % | 6 | 0 | 6 | Priority Improvement |
| KUA Long Hubung | 0,00 % | 29 | 0 | 29 | Priority Improvement |
| KUA Long Apari | 0,00 % | 0 | 0 | 0 | Priority Improvement |
| KUA Long Pahangai | 0,00 % | 1 | 0 | 1 | Priority Improvement |
7Profil Calon Pengantin
Sebaran usia
- 22,9 %40+ th8,6 %
- 0,0 %35–39 th0,0 %
- 14,3 %30–34 th11,4 %
- 31,4 %25–29 th17,1 %
- 22,9 %21–24 th28,6 %
- 5,7 %20 th11,4 %
- 2,9 %19 th22,9 %
- 0,0 %18 th0,0 %
- 0,0 %17 th0,0 %
- 0,0 %16 th0,0 %
- 0,0 %15 th0,0 %
Kelompok di bawah 20 tahun — perkawinan usia anak
Perkawinan usia anak
Pengantin berusia di bawah 20 tahun.
Pengantin perempuan
8(22,86 %)
Pengantin laki-laki
1(2,86 %)
Karakteristik wilayah
- Jumlah KUA
- 4
- KUA tanpa layanan
- 3
- Pendaftaran nikah
- 37
Wilayah ini tidak diberi peringkat
Volume peristiwa nikah di wilayah ini berada di bawah ambang 1.000 sehingga persentase cakupannya tidak stabil secara statistik. Angkanya tetap ditampilkan apa adanya, tetapi tidak diperingkat dan tidak disertakan dalam perhitungan korelasi nasional.